Bantuan untuk BCCF Bukan dari Bansos

Bantuan untuk BCCF Bukan dari Bansos

Bandung - Ketua BCCF (Bandung Creatif City Forum), Riki menyesalkan pemberitaan yang nampaknya tidak tepat secara materi yang akhir-akhir ini meruak ke masyarakat, bahwa BCCF dikasuskan memperoleh dana bansos.

Menurutnya, selama ini BCCF telah memposisikan diri sebagai forum lintas komunikatif kreatif yang memiliki nama hukum. Tujuan dibentuknya perkumpulan komunitas Kreatif Kota Bandung tersebut yaitu, ingin memiliki kontribusi terhadap perbaikan Kota Bandung dengan mengambil isu-isu pemberdayaan masyarakat.

"Saya merasa menyesalkan mengenai pemberitaan baru-baru ini yang menyatakan bahwa BCCF dikasuskan memperoleh dana bansos. Perlu saya sampaikan yang kami terima pada tahun 2012 bukan dana bansos, seperti yang dicatatkan oleh media tapi dana hibah," tegas Riki kepada wartawan di Kantor BCCF, Jalan Cibeunying Timur Kota Bandung, Jumat (10/7/2015).

Selanjutnya dirinya mengaku, dana hibah yang diterima BCCF bukan Rp 44 miliar, tetapi Rp 44 juta untuk pendaftaran HAKI (Hak Kekayaan Intelektual).

"Rp 44 juta itu, untuk yang HAKI yang dibagi menjadi dua kegiatan selain pendaftaran merek HAKI juga untuk domain pembuatan situs website dan maintenaince situs website BCCF," ungkapnya.

Ia menjelaskan, dalam pemberitaan dinyatakan bahwa BCCF tidak terdaftar di HAKI. Menurutnya hal tersebut salah BCCF telah dilegalisasi oleh HAKI dengan nama Perkumpulan Komunitas Kreatif Kota Bandung.

"Kami mendaftarkan ke HAKI, namun dengan nama yang berbeda yaitu  Perkumpulan Komunitas Kreatif Kota Bandung, bisa diperiksa ke website Dirjen HAKI," jelasnya.

Dalam menerima anggaran dana hibah ini, Riki memaparkan, BCCF telah memberikan keterangan laporan pertanggungan jawab secara bertahap ke Pemerintah Kota Bandung.

"Anggaran hibah yang diterima sesuai dengan NPHD, laporannya pertanggung jawabannya juga jelas. Ini bisa dikonfirmasi ke Pemkot," paparnya.

Saat ditanya yang masuk dalam daftar pemeriksaan Kejati Jabar dirinya mengatakan ada 4 orang anggota BCCF.

"Ada 4 orang anggota, tentunya yang terkait program-program BCCF di tahun 2012. Tapi ini kan sifatnya masih dimintai keterangan, lebih ke hal-hal yang sifatnya umum. Insya Allah seperti yang saya sampaikan out put dan out come kegiatan kami ini bisa dipertanggungjawabkan," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Penyidik Kejati Jabar dikabarkan, akan memeriksa Ridwan Kamil dan beberapa orang anggota BCCF terkait kasus korupsi penggunaan dana bansos oleh BCCF pada tahun 2012 lalu. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:,