PM Serbia Dilempari Batu Saat Hadiri Upacara di Srebrenica

Srebrenica - Kerumunan massa mengacau upacara peringatan ke-20 pembunuhan sebanyak 8.000 orang Islam di Srebrenica, Bosnia, dengan melempar batu-batu ke arah perdana menteri Serbia dan memaksanya meniggalkan acara itu.

Perdana Menteri Aleksandar Vucic baru saja meletakkan karangan bunga di sebuah monumen bagi ribuan korban yang teridentifikasi dan dikubur di sana ketika kerumunan massa mulai meneriakkan "Allahu Akbar" dan melempari batu ke arah dia. Pemimpin Serbia itu menyelamatkan diri di bawah pengawalan ketat.

Kantor berita Serbia, Tanjug melaporkan Vucnic terkena lemparan batu di bagian kepalanya dan kacamatanya pecah.

Vucic, yang negaranya mendukung etnis Serbia Bosnia selama dan setelah perang antarsuku di Bosnia, termasuk di antara tokoh-tokoh terhormat, termasuk mantan Presiden Bill Clinton, dan puluhan ribu orang yang menghadiri upacara tersebut di kota itu yang berada di bagian timur Bosnia.

Segera sebelum tiba, Vucic mengutuk "kejahatan biadab" itu di Srebrenica, tempat sebanyak 8.000 orang Islam -- pria dewasa dan anak laki-laki dibunuh oleh pasukan dari etnis Serbia Bosnia yang menguasai Srebrenica pada Juli 1995, jelang akhir perang itu.

Serbia dengan cepat beraksi atas insiden itu, dengan mengatakan pelemparan batu di Bosnia, negara tetangganya, merupakan serangan terhadap negera itu.

"Ini sebuah serangan tidak hanya terhadap Vucic tetapi terhadap semua orang Serbia dan kebijakannya untuk menciptakan perdamaian dan kerja sama regional," kata Menteri Luar Negeri Ivica Dacic dalam suatu pernyataan. (AY)

.

Categories:Internasional,