Sejumlah Pemudik Peroleh Berkah Pembatalan Tiket KA

Sejumlah Pemudik Peroleh Berkah Pembatalan Tiket KA

Bandung - Sejumlah pemudik memperoleh berkah dengan pembatalan tiket oleh penumpang lainnya sehingga mereka menjadi penumpang pengganti sekaligus bisa mudik dengan menggunakan kereta api ke daerah asal masing-masing di Jateng dan Jatim.

"Awalnya sudah pasrah tak kebagian tiket KA pada musim Lebaran ini, namun saya tunggu ada pembatalan tiket penumpang lain, dan kebetulan kami mendapatkannya sehingga bisa mudik Minggu ini," kata Halim, salah seorang penumpang KA Lodaya pagi sebelum mudik ke Solo, Minggu (12/7/2015).

Meski jumlahnya tidak banyak yang melakukan pembatalan tiket KA pada musim mudik, namun bagi sebagian pemudik masih banyak yang memanfaatkannya hingga detik-detik terakhir.

Namun demikian para penumpang 'spesialis tiket batal' itu harus bersabar menunggu kesempatan itu dengan memantau reservasi tiket online.

"Yang dibatalkan tiket kan terapus pemesanan online, sehingga muncul lagi. Nah itu kami ambil dan pesan," katanya.

Menungu pembatalan tiket penumpang lain merupakan menurut Halim menjadi seni tersendiri untuk mudik. Padahal sebelumnya ia sudah bersiap untuk mudik ke Solo mengunakan angkutan bus.

Sementara itu Kepala Humas PTKA Daop II Bandung Zunerfin membenarkan sejumlah penumpang mudik memanfaatkan tiket yang dibatalkan oleh penumpang lainnya.

"Ada beberapa penumpang yang membatalkan tiketnya, sehingga namanya dihapus dalam reservasi dan muncul lagi. Sehingga kursinya bisa dipesan oleh penumpang secara online," kata Zunerfin.

Namun menurut dia hal itu membutuhkan kesabaran dari pemesan tiket itu, sehingga bisa mendapatkan tiket yang muncul lagi untuk bisa dipesan secara online.

"Ada yang membatalkan perjalanan mereka, meski tiketnya hanya diganti 75 persen dari nilai tiket yang telah dibayarkan. Sehingga kursinya bisa dipakai penumpang lain dengan mekanisme reservasi seperti biasa," katanya.

Penuh Sementara itu prosesi mudik Lebaran dari Stasiun Bandung dan Stasiun Kiaracondong Kota Bandung telah berlangsung sejak Jumat dan Sabtu kemarin. Kesibukan penumpang khas mudik terlihat lengkap dengan barang bawaan mereka yang lebih banyak dibandingkan hari-hari biasa.

Berdasarkan data jumlah penumpang mudik pada Sabtu (11/7) PT KAI Daop II Bandung memberangkatkan sekitar 8.500-an penumpang. Sebanyak 4.500 diberangkatkan dari Stasiun Bandung yakni 4.500 penumpang eksekutif dan 2.000-an penumpang kelas bisnis.

Sedangkan jumlah penumpang KA ekonomi yang diberangkatkan dari Stasiun Kiaracondong Kota Bandung mencapai 4.000 penumpang yang diangkut oleh lima rangkaian KA yakni KA Pasundan Bandung - Surabaya, KA Kahuripan Bandung - Kediri, KA Kutojaya Selatan Bandung Kutoarjo. Selain itu dioperasikan pula KA Kutojaya Selatan lebaran dan KA Pasundan Lebaran.

"Semua rangkaian KA yang diberangkatkan dari Bandung penuh, termasuk kereta tambahan dan tiga rangkaian KA tambahan lebaran," kata Zunerfin.

Terkait operasional KA tambahan lebaran diberangkatkan setelah keberangkatan KA reguler. KA Pasundan berangkat dari Stasiun Kiaracondong Kota Bandung pukul 05.20 WIB sedangkan KA Pasundan Lebaran berangkat pukul 06.55 WIB, KA Kutojaya Selatan reguler berangkat pukul 18.25 WIB sedangkan KA Kutojaya selatan lebaran pukul 20.00 WIB.

Hal sama untuk KA Lodaya malam lebaran yang diberangkatkan pukul 21.30 WIB, atau setelah keberangkatan KA reguler pukul 19.00 WIB.

"Hingga Minggu prosesi pengangkutan pemudik dari Bandung cukup lancar, sejumlah penumpang juga ada yang naik dari Stasiun Tasikmalaya," katanya.

Sementara itu untuk meningkatkan kenyamanan pemudik, PTKA Daop II Bandung menyiapkan Posko Kesehatan lengkap dengan seorang dokter dan tiga paramedis yang disiapkan di sekitar stasiun.

Selain itu pengamanan juga dilakukan intensif dengan mendirikan Posko Keamanan di Stasiun Bandung dan Stasiun Kiaracondong.

"Para pengguna KA sudah paham dengan sistem angkutan KA, sehingga tidak ada yang berspekulasi datang ke stasiun tanpa tiket" kata juru bicara PT KAI Daop II Bandung itu menambahkan. (AY)

.

Categories:Daerah,
Tags:,