PT Jasa Sarana Kembangkan Insinerator Limbah Medis

 PT Jasa Sarana Kembangkan Insinerator Limbah Medis

Bandung - PT Jasa Medivest, salah satu anak perusahaan BUMD Pemprov Jawa Barat PT Jasa Sarana, siap mengembangkan insinerator limbah medis dengan membangun rencana kedua pengelolaan limbah medis di kawasan Dawuan, Kabupaten Karawang ditargekan mulai beroperasi tahun 2016.

"Saat ini kami siap membangun plant kedua di Dawuan, Karawang kemudian juga siap membangun pengolahan limbah medis di Jawa Timur untuk melayani daerah Timur Jawa dan sebagian wilayah Indonesia Bagian Tengah," kata Presiden Direktur PT Jasa Medivest Subagiyo Rachmat, di Bandung, Minggu (12/7/2015).

Subagiyo mengatakan dengan pertumbuhan volume pengolahan limbah medis yang saat ini sudah mencapai pemenuhan kapasitas insinerator yang ada.

"PT Jasa Medivest sebagai perusaan yang bergerak dalam bisnis pengolahan limbah medis sejak tahun 2009 inisiap membangun plant kedua. Sehingga kami perlu menambah incinerator untuk tetap menjaga pelayanan daan pengelolaan yang proper," kata dia.

Ia mengatakan, perolehan sertifikat ISO 9001, 14001, 18001 sekaligus penghargaan Proper Biru dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk Penataan Lingkungan merupakan nilai tambah tersendiri bagi perusahaan yang dipimpinnya.

"Hal ini tentunya menjadi apresiasi buat kami sebagai salah satu perusahaan pengolah limbah medis di Indonesia," katan dia.

Sementara itu, Direktur Utama PT Jasa Sarana Soko Sandi Buwono menambahkan pihaknya perlu turut berperan aktif dalam pengelolaan limbah yang saat ini menjadi concern dari pemerintah.

"Jadi melalui fokus pada kegiatan pengolahan limbah medis, PT Jasa Medivest terus mengembangkan cakupan wilayah pengelolaan," ujar dia.

Dikatakannya, saat ini PT Jasa Medivest yang siap membangun plant kedua di Dawuan-Karawang dan juga siap membangun pengolahan limbah medis di Jawa Timur untuk melayani daerah Timur Jawa dan sebagian wilayah Indonesia Bagian Tengah.

"Upaya pengembangan ini melihat dari wilayah cakupan PT Jamed saat ini yang sudah melayani Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah dan Jawa Timur, dengan kontribusi 54 persen masih dari Jawa Barat," kata Soko.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa sumber pendanaan dari pengembangan pengolahan limbah medis tersebut bersumber dari perbankan dan juga PT Jasa Sarana merencanakan untuk menerbitkan obligasi.

"Pemangunan insinerator kedua ini dapat beroperasi di tahun 2016. Kami pilih manufacturing dalam negeri tapi dengan spesifikasi teknik dan standard manual book sama seperti insinerator pertama," katanya. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:,