Lali Ka Awi Ajak Warga Cintai Bambu

Lali Ka Awi Ajak Warga Cintai Bambu

Kesenian Lali Ka Awi ajarkan masyarakat cintai bambu atau dalam bahasa Sunda disebut awi. (Foto : ADE)

Bandung – Kesenian yang ditampilkan KBB (Kabupaten Bandung Barat) yang berjudul Lali Ka Awi dalam acara Kemilau Nusantara 2014 yang digelar di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, ternyata mempunyai makna untuk mengajak masyarakat lebih mencintai bambu. Banyaknya perkakas kehidupan sehari-hari yang terbuat dari bambu harus dilestarikan agar budaya bambu tidak punah oleh perkakas modern di Jawa Barat.

 

Menurut cerita seniman bambu, Odong, seni ini dipentaskan untuk mengajarkan kepada masyarakat agar lebih mencintai bambu dan mau menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

 

“Hampir semua perkakas rumah tangga di Sunda terbuat dari bambu seperti  boboko, ayakan, aseupan, hihid, dan yang lainnya. Itu harus kita lestarikan agar tidak punah dan tinggalkan orang,” cerita Odong di Gedung Sate, Jl. Diponegoro, Kota Bandung, Minggu (26/10/2014).

 

Odong menambahkan, pohon bambu di Jawa Barat atau Sunda banyak tumbuh di setiap daerah, jadi bambu bisa dikembangkan di mana saja.

 

“Selain untuk alat perkakas rumah tangga, bambu juga bisa dikreasikan menjadi berbagai alat kesenian musik, bisa dibikin calung, angklung, dan yang lainnya,” tambahnya. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,