AJI Ajak Pekerja Media Lapor ke Disnaker Bila Tak Dapat THR

Bandung - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Bandung mengajak seluruh pekerja media yang tidak mendapatkan tunjangan hari raya (THR) dari perusahaan untuk aktif melapor ke Dinas Tenaga Kerja setempat karena negara melindungi pekerja media untuk mendapatkan THR.

"Kami melakukan survei terhadap 34 pekerja, yang terdiri 12 orang pekerja media cetak, empat pekerja media dalam jaringan, 14 pekerja media di stasiun televisi, serta tiga pekerja media di radio," kata Ketua AJI Bandung Adi Marsiela, dalam siaran persnya.

Hasil servei tersebut, katanya, hanya ada lima pekerja media yang mendapatkan THR sesuai Permenaker Nomor 4/1994 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerjaa di Perusahaan.

Sementara itu, menurut Adi, sebanyak 14 pekerja media lainnya mendapatkan THR tidak sesuai ketentuan dan 15 orang sama sekali tidak mendapatkan haknya.

"Yang menjadi acuan hak pekerja media mendapatkan THR ini adalah Pasal 2 ayat (1) Permenaker No. 04 Tahun 1994," kata dia.

Menurut dia, pasal ini mengharuskan pengusaha memberi THR kepada pekerja yang telah bekerja selama tiga bulan secara terus menerus atau lebih.

"Jika masa kerja si pekerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih, maka besarnya THR yang diterima adalah sebesar upah satu bulan," kata dia.

Ia menuturkan, dalam pasal 3 ayat (2) Peraturan yang sama dinyatakan, upah satu bulan adalah upah pokok di tambah tunjangan-tunjangan tetap.

Meski aturan yang menjamin pekerja harus mendapatkan THR itu terbit pada tahun 1994, sebelum Undang-Undang no 13 tahun 2003 tentang Tenaga Kerja, hingga saat ini masih berlaku karena belum ada peraturan yang mencabut atau membatalkan peraturan menteri tersebut.  "Hal ini juga ditegaskan oleh Pasal 191 UU Nomor 13 Tahun 2003 yang menyatakan semua peraturan pelaksanaan yang mengatur ketenagakerjaan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dan/atau belum diganti dengan peraturan yang baru berdasarkan Undang undang ini," kata dia.

Ia mengatakan, merujuk Pasal 1 huruf d, dan Pasal 2 ayat (1) Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER-04/MEN/1994 Tahun 1994, THR adalah pendapatan pekerja yang wajib dibayarkan oleh Pengusaha kepada pekerja yang telah bekerja selama tiga bulan atau lebih secara terus menerus menjelang Hari Raya Keagamaan yang berupa uang atau bentuk lain.

"THR wajib dibayarkan selambat-lambatnya 7 hari sebelum hari raya, seperti saat ini perayaan Idul Fitri bagi mereka yang beragama Islam," kata dia. Lebih lanjut ia mengatakan pemberian THR boleh dilakukan tidak mendekati hari raya keagamaan diperbolehkan selama ada kesepatan antara pengusaha dengan pekerja.

"Sehingga AJI Kota Bandung mengajak seluruh pekerja media untuk memperjuangkan hak-haknya sebagai pekerja dengan cara melapor kepada Dinas Tenaga Kerja setempat. Pelaporan itu selanjutnya harus ditindaklanjuti oleh dinas terkait," katanya. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,

terkait

    Tidak ada artikel terkait