Warga Dikejutkan Kebakaran Sampah Plastik di Pekayon

Warga Dikejutkan Kebakaran Sampah Plastik di Pekayon

Ilustrasi.(Net)

Bekasi  - Warga di Kampung Pekayon Poncol, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, dikejutkan dengan peristiwa kebakaran yang menghanguskan tempat penampungan sampah plastik, Rabu (15/7/2015) dinihari.

"Kejadian awalnya sekitar jam 23.30 WIB. Tiba-tiba api membesar dan berkobar cukup lama," kata warga setempat, Ralenti (30), di Bekasi. Lokasi tersebut menyimpan sampah jenis plastik hasil pemilahan para pemulung yang biasa beraktivitas di lokasi itu.

Adapun lokasi yang terbakar merupakan tempat penampungan sampah liar yang dikelola oleh penduduk setempat di atas lahan sekitar 700 meter per segi di Jalan Kopral Bosan, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan.

Lokasi itu merupakan tempat penampungan sampah rongsok yang dikumpulkan pemulung dari sejumlah perumahan warga di sekitar lokasi kejadian. Tampak pula sejumlah bedeng milik pemulung yang terbakar berikut dengan barang-barang berharga di dalamnya.

Ratusan warga sekitar berkerumun di sekitar lokasi kejadian untuk menyaksikan langsung upaya pemadaman oleh petugas. Proses pemadaman api masih terus dilakukan oleh tiga armada pemadam kebakaran milik Pemkot Bekasi.

"Kita masih cek apakah ada korban dalam insiden ini. Yang jelas ada beberapa bedeng yang terbakar," kata salah satu petugas Palang Merah Indonesia (PMI), Bayu.

Menurutnya, sebagian penghuni bedeng diketahui telah melangsungkan mudik ke sejumlah kampung halaman mereka. "Ada beberapa bedeng yang kosong. Kelihatannya sudah ditinggal mudik penghuninya," katanya.
 
Sementara itu, Tim Pemadam Kebakaran Pemerintah Kota Bekasi berhasil memadamkan kobaran api di lahan tempat pemilahan sampah Pekayon setelah berkobar selama lebih dari dua jam, Rabu dinihari.  "Ada enam armada pemadam kebakaran yang kita kerahkan. Setiap armada berisi lima anggota pemadam," kata Kepala Seksi Operasional Pemadam Kebakaran Pemkot Bekasi Pardosi di Bekasi.

Menurutnya, upaya pemadaman berlangsung cukup lama mengingat sampah yang terbakar merupakan plastik dan sebagian jenis kertas.  "Ada puluhan ton sampah plastik dan kertas di lahan ini, jadi api sulit dipadamkan," katanya.

Proses pemadaman api yang membakar tumpukan sampah di atas lahan seluas 1.000 meter2  itu membutuhkan penanganan ekstra mengingat lokasinya berada di tengah pemukiman penduduk.  "Kebakaran kali ini adalah yang keduakalinya terjadi. Sebelumnya kebakaran berlangsung pada Februari 2015. Sebanyak 30 bedeng saat itu terbakar cukup parah dan hampir menyambar rumah penduduk," katanya.

Untuk mengantisipasi hal serupa terulang, pihaknya memfokuskan upaya pemadaman pada titik api, yang berdekatan dengan rumah penduduk dan memusatkannya di bagian tengah lahan. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,