Buah Jeruk Jadi Primadona Saat Lebaran

Buah Jeruk Jadi Primadona Saat Lebaran

Jeruk jadi buah favorit saat Lebaran. (Foto : ADE/CikalNews)

Bandung - Menikmati hidangan saat Idul Fitri kurang lengkap jika tidak cuci mulut dengan buah-buahan. Buah-buahan yang paling cocok di santap seusai memakan ketupat, opor ayam, kari ayam, gule kambing, dan sambal goreng ati yaitu buah jeruk. Buah jeruk konon bisa menetralkan rasa amis dan mual sehabis makan makanan berminyak atau daging penuh lemak.

Berdasarkan pengamatan CikalNews di lapangan, ternyata jeruk memang benar menjadi buah favorit saat Idul Fitri atau Lebaran. Hal tersebut dibenarkan oleh seorang pedagang buah, Anton di pasar Cicadas, Kota Bandung.

Menurut Anton, penjualan buah jeruk saat menjelang Idul Fitri terbilang cukup laris. Dirinya bisa menjual buah jeruk seharinya mencapai 100 Kg, tepat di H-1 atau H-2 Lebaran, pasti jeruk sudah habis terjual hanya dalam hitungan jam.

“Penjualan jeruk di saat Idul Fitri terbilang cukup laris dan meningkat beberapa kali lipat. Hari biasa saja kalau lagi laris paling terjual 30 Kg sampai 40 Kg, tetapi saat mendekati Lebaran melonjak jadi 100 Kg atau lebih,” papar Anton saat ditemui di Pasar Cicadas, Kota Bandung belum lama ini.

Di singgung masalah harga, kata Anton untuk buah jeruk saat Lebaran memang mengalami kenaikan yang lumayan di banding buah lainnya. Jeruk saat Lebaran bisa naik hingga Rp. 5.000 /Kg nya.

“Besok-besok dekat lebaran pasti akan naik lagi, sekarang saja di jual dengan harga Rp. 12.000,-/Kg sampai Rp. 13.000/Kg. Nanti Lebaran bisa sampai Rp. 15.000,-/Kg atau lebih. Jeruk Garut atau jeruk Medan yang jadi favorit masyarakat,” ungkap Anton.

Anton memaparkan, biasanya setiap orang membeli buah jeruk saat Lebaran minimal 3 – 4 Kg per orang. Namun yang berbelanja dikiosnya sangat laris hingga dalam hitungan 4 jam 1 Kuintal atau 100 Kg jeruk bisa habis terjual.

“Pembeli banyak banget yang borong jeruk, minimal satu orang pembeli bisa membeli 4 Kg, itu sering lagi, jadi ya bikin cepet habis, laris,” paparnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan pembeli menjelang H-1 dan H-2, Anton mengantisipasinya dengan membawa stok buah jeruk lebih banyak.

“Saya tambah stok jadi 150 Kg/hari, karena di prediksi setiap Lebaran penjualan jeruk meningkat bisa 100 Kg/hari,” tambahnya.

Salah seorang pembeli buah jeruk, Wina menceritakan, makan buah jeruk saat Lebaran adalah suatu keharusan saat mencuci mulut.

“Buah jeruk itu segar rasanya, jadi sangat enak jika dijadikan buah pencuci mulut, kesegarannya bisa menghilangkan mual saat habis makan banyak daging dan makanan bersantan,” cetusnya.(Ode)**

.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,