Mengais Koran Bekas Salat Idul Fitri Ujang Raup Rp50 Ribu

Mengais Koran Bekas Salat Idul Fitri Ujang Raup Rp50 Ribu

Sampah koran yang berserakan usai Sholat Idul Fitri jadi berkah tersendiri bagi pemulung. (Foto : Net)

Bandung – Puluhan pemulung berebutan koran bekas di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, kejadian ini kerap kali terlihat saat usai di gelar salat Idul Fitri atau salat Idul Adha. Meskipun harus berebut dan kena terik sinar matahari mereka rela mengumpulkan koran demi koran untuk di kilo dan di jual ke pengepul. Dari penjualannya tersebut rata-rata perorang bisa mendapatkan uang minimal Rp. 50.000,-.

Seperti penuturan pemulung koran, Ujang, pemulung asal Kabupaten Sumedang ini sudah lebih 3 tahun rutin memungut koran bekas di Lapangan Gasibu, Kota Bandung.

“Saya setahun dua kali jadi pemulung koran di Lapangan Gasibu, setiap salat Idul Fitri dan Idul Adha. Hasilnya cukup lumayan untuk tambah uang Lebaran," tutur Ujang di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Jumat (17/7/2015).

Ujang melanjutkan, setiap mengumpulkan koran dirinya bisa mendapat sedikitnya hingga 50 kilogram persekali acara salat. Kebanyakan usai salat masyarakat membiarkan kertas koran bekas alas salat di lapangan, bahkan kesannya seperti sampah yang berserakan.

“Saya tugasnya memungut bekas koran sambil membersihkan lapangan agar terlihat rapih. Sambil membersihkan koran bisa mengumpulkan koran untuk di kilo dan di jual. 1 kilogram koran bekas lumayan harganya, bisa Rp. 1.000,-/kg sampai Rp.1.500,-/kg," katanya. (Ode)**

.

Categories:Ekonomi,
Tags:ekonomi,