Ayo Sayangi Bandung Bro..... (1)

Ayo Sayangi Bandung Bro..... (1)

KOTA  diingat orang bukan karena kehebatan rencana kotanya,  akan 
tetapi  lebih  disebabkan oleh citra yang  dimilikinya.  Meskipun 
harus diakui bahwa dibalik proses perwujudan citra tersebut suatu 
rencana kota yang baik memegang peran yang sangat sentral. Paris, 
Amsterdam  dan Roma adalah beberapa contoh kota dunia yang  memi 
liki citra sebagai daya tarik bagi masyarakat dunia.

Hasilnya  adalah kita tidak lagi melihat ketiga kota tadi  melulu 
sebagai  benda mati (physical artifact), akan tetapi kita  menik 
matinya  lebih  sebagai  produk budaya  (culture  artifact)  yang 
membuatnya memiliki kehidupan yang berlangsung secara abadi serta 
berkelanjutan sampai hari ini, maupun sampai masa depan.

Ketiga kota tadi, adalah contoh-contoh kota yang dapat dikategor 
ikan  sebagai the sustainable cities,  dan  ini  tidak 
lepas dari rencana tata kotanya yanag memiliki landasan filosofis 
yang  kuat, serta mampu mewujudkan citra arsitektur  kota  (urban 
design) yang lenggeng sampai saat ini dan untuk masa depan  yanag 
lebih panjang.
Lalu  bagaimana dengan kota Bandung yang kita cintai ini?  Thomas 
Karsten  yang  alur berpikirnya banyak  dipengaruhi  oleh  konsep 
garden  city-nya  Ebenezer  Howard,  serta  kepekaannya  terhadap 
sumber  daya alam dan lingkungan sosial budaya  setempat,  sempat 
menjadikan  Bandung  sebagai  kota yang  memiliki  citra  menarik 
perhatian dunia melalui sentuhan rencana tata kotanya.

Karya-karya arsitek terkemuka serta serius pada masa itu  seperti 
Mc Lean Point, C.P.W. Schoemaker dan lain-lain, telah  mewujudkan 
gedung-gedung bermutu antara lain Gedung Sate, Kampus ITB, Isola, 
Hotel Savoy Homann, Hotel Preanger dan masih banyak lagi. Kebera 
daan gedung-gedung tadi telah memberikan kontribusi yang  positif 
serta  nilai tambah bagi eksistensi Bandung sebagai  sebuah  kota 
yang berkualitas.

Pemilihan  Bandung sebagai tempat berlangsungnya Konferensi  Asia 
Afrika  pada tahun 1955, tidak lepas dari citra  Bandung  sebagai 
kota  wisata. Dengan kata lain, Bandung pasa suatu waktu di  masa 
yang lampau pernah memiliki citra yang menawan di mata dunia.
Namun  secara  jujur harus kita akui bahwa citra  tersebut  sudah 
mulai  sirna akibat ulah para pelaku pembangunan yang tidak  ber 
tanggung jawab. Adalah sangat ironi sekali kalau Hitler saja yang 
dikenal  begitu  sadis, tidak tega merusak warisan  budaya  milik 
bangsa lain yang pada waktu itu menjadi musuhnya. Tapi kita warga 
Bandung malah tega merusak citra kota miliknya sendiri. AY)
                              

.

Categories:Bandung,
Tags:,