Objek Wisata Belanja di Kota Bandung Perlu Penataan

Objek Wisata Belanja di Kota Bandung Perlu Penataan

Bandung - Sejumlah objek wisata belanja yang ada di seputar Kota Bandung, 
seperti Cibaduyut dan Cihampelas selama masa liburan puasa dan Lebaran, tampak dipadati pengunjung yang datang bukan hanya dari sekitar Kota Bandung melainkan pula dari luar Kota Bandung.

Pantauan yang dilakukan Cikalnews.com, selama masa liburan minggu pertama 
puasa dan Lebaran, ruas jalan di dua kawasan pusat perbelanjaan yang 
terdapat di Bandung Utara dan Selatan tersebut, kerapkali 
mengalami kemacetan akibat cukup padatnya pengunjung yang 
memadati kawasan tersebut.

Banyaknya pengunjung yang memadati pusat perbelanjaan yang ada di 
Kota Bandung tersebut, terlihat dari cukup banyaknya bus-bus 
antar kota dalam provinsi (AKDP) dan bus antar kota antar 
provinsi (AKAP), maupun mobil-mobil pribadi yang diparkir di sepanjang jalan di dua pusat perbelanjaan tersebut.

Seperti yang tampak di sepanjang Jln. Cihampelas dan Cibaduyut. 
Di kedua ruas jalan tersebut selama masa liburan minggu pertama 
bulan April, terjadi peningkatan arus lalulintas maupun volume 
kendaraan yang melintas di kawasan tersebut. 

Bus-bus besar dengan kapasitas tempat duduk (seat) 
antara 40-60 kursi, tampak berjejer di sepanjang lahan parkir 
yang ada di kedua objek wisata belanja yang sudah cukup dikenal 
di Kota Bandung tersebut. Kebanyakan bus-bus yang parkir 
tersebut, berasal dari luar Kota Bandung seperti DKI Jakarta, 
Bogor, Bekasi, Tangerang dll.

Cukup banyaknya pengunjung yang memadati kawasan perbelanjaan 
yang terdapat di Kota Bandung ini, membuat para pedagang barang- 
barang kulit Cibaduyut dan bahan-bahan jeans Cihampelas marema. 
Selama masa-masa tersebut menurut sejumlah pedagang kepada Cikalnews.com, cukup banyak barang dagangan mereka yang terjual.
Namun ketika ditanya berapa besar keuntungan yang mereka peroleh, 
kebanyakan para pedagang tadi enggan menyebutkannya. Yang jelas 
menurut mereka, kedatangan para pembelanja dari luar Kota Bandung 
tersebut membawa berkah tersendiri.

Seperti yang diungkapkan, Dudung (39), salah seorang pedagang 
sepatu Cibaduyut. Menurutnya, pada masa-masa liburan seperti 
sekarang ini memang terjadi kecenderungan peningkatan volume 
penjualan. "Kalau pada hari-hari biasa di luar hari libur jumlah 
barang yang laku paling banter hanya 1-5 pasang, maka pada hari- 
hari libur jumlahnya meningkat menjadi 4-5 kali lipat," ujarnya 
dengan diiringi senyuman yang ceriah.

Kebanyakan para pembeli yang datang pada hari-hari libur seperti 
sekarang ini lanjut Dudung, melakukan pembelian barang-barang 
kebutuhan mereka dengan sistem borongan. "Yah lumayanlah, untuk 
menutupi penjualan yang sepi pada hari-hari biasa," tukasnya 
senang. 

Hal yang hampir senada pun diungkapkan pula oleh Surti (29), 
pedagang celana jeans di Jln. Cihampelas. Menurutnya, banyaknya 
pengunjung yang berbelanja pada setiap hari libur, memiliki nilai 
tambah tersendiri bagi para pedagang. "Apalagi dalam masa yang 
masih sulit seperti sekarang ini, berapa pun barang yang terjual 
rasanya sangat berharga sekali," tegasnya.   
                                       
Saat ini kenyataannya, Kota Bandung sering dijadikan sebagai 
barometer kegiatan wisata belanja di Jawa Barat. Tak heran jika 
hampir setiap akhir pekan, sejumlah tempat wisata belanja seperti 
Cibaduyut, Cihampelas dll, selalu dipadati pengunjung dari 
berbagai tempat di tanah air. Namun hampir 80% pengunjung yang 
datang, berasal dari wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Mencermati banyaknya pengunjung yang memadati Kota Bandung pada 
setiap liburan, pengamat pariwisata dan kebudayaan, H. Memet H. Hamdan, SH. MSc. mengatakan, posisi tersebut tentunya sangat menguntungkan sekali 
bagi pertumbuhan dan perkembangan kegiatan wisata belanja yang 
terdapat di Kota Bandung.

Menurutnya, nama Bandung sudah begitu melekat dengan semua orang 
yang berkunjung ke Jawa Barat. Potensi yang sudah melekat 
tersebut ujar Memet, harus dapat dimanfaatkan secara optimal oleh 
Pemkot Bandung melalui Disbudpar-nya. "Pemkot harus mampu 
mengelola dengan baik berbagai potensi yang dimiliki tersebut, 
sehingga membawa dampak positif bagi pertumbuhan dan perkembangan 
ekonomi serta wisata di Kota Bandung," ujarnya.

Namun  harus diakui kata Mamet, secara keseluruhan  objek  wisata 
belanja  yang  ada  di Bandung, masih  kalah  dibandingkan  objek 
wisata  belanja  di  kawasan Mangga  Dua  Jakarta.  Padahal  bila 
dilihat dari kualitas maupun harga, sejumlah kawasan perbelanjaan 
yang   ada   di  Bandung  tidak  jauh  berbeda   dengan   kawasan 
perbelanjaan di Mangga Dua Jakarta.

Bila  diamati lebih jauh, sebenarnya ada tiga permasalahan  utama 
yang membuat kawasan perbelanjaan di Kota Bandung susah  bersaing 
dengan  kawasan Mangga Dua. Pertama, kemacetan  arus  lalulintas. 
Kedua,  kurang amannya kawasan perbelanjaan di Kota Bandung,  dan 
ketiga, masih terbatasnya fasilitas penunjang seperti sempitnya 
area perparkiran dll. (AY)**

.

Categories:Wisata,
Tags:,