Korban Meninggal Tiga Orang Tertimpa Pohon di Nganjuk

Korban Meninggal Tiga Orang Tertimpa Pohon di Nganjuk

Ilustrasi Foto - Net

Nganjuk  - Korban meninggal akibat tertimpa pohon yang jatuh dari perbukitan di lokasi air terjun Sedudo, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, bertambah satu, sehingga totalnya menjadi tiga orang.


"Yang meninggal tiga orang, dua warga Surabaya dan satunya warga Tulungagung," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk Sukoyono saat dihubungi, Selasa (21/7/2015).

Ia mengatakan, jenazah sempat dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk setelah diketahui meninggal dunia. Namun, tidak berapa lama, keluarga meminta agar jenazah diperbolehkan dibawa pulang untuk dimakamkan.

"Jenazah sudah diberangkatkan semua, tadi sudah diambil keluarga," ujarnya.

Musibah terjadi di kawasan wisata air terjun Sedudo, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, pada Selasa petang. Sebuah pohon terjatuh dari perbukitan di lokasi wisata itu, menimpa pengunjung yang saat itu sedang mandi di kolam pemandian air terjun.

Material pohon serta bebatuan itu jatuh dengan sangat cepat, sehingga pengunjung tidak sempat menyelamatkan diri. Pohon dengan diameter 30 sentimeter tiba-tiba jatuh dari ketinggian 90 meter dan tepat mengenai para pengunjung yang mandi di lokasi tersebut.

Insiden itu menyebabkan tiga orang meninggal dunia, belasan lainnya menderita luka berat dan luka ringan. Mereka dirawat di RS Bhayangkara Nganjuk serta RSUD Nganjuk, guna mengobati lukanya.

Sejumlah korban menderita luka di bagian tubuhnya, seperti kepala, punggung, dan anggota tubuh lainnya. Mereka dirawat intensif oleh petugas medis di rumah sakit.

Di lokasi air terjun, saat kejadian berlangsung masih dipadati pengunjung. Mereka berasal dari berbagai daerah di Jatim, seperti Surabaya, Kediri, Tulungagung, dan sejumlah daerah lainnya. Mereka sengaja liburan, menghabiskan waktu libur sebelum masuk kerja pada Rabu (22/7).

Kejadian musibah jatuhnya pohon pernah terjadi di air terjun ini, tapi rentang waktunya cukup lama, puluhan tahun lalu. Pemerintah Kabupaten Nganjuk pun juga tidak langsung menutup lokasi wisata yang menjadi andalan pemda tersebut. Mereka berdalih masih koordinasi dengan instansi terkait, mengantisipasi kejadian yang sama.

Sementara itu, polisi juga sudah ke lokasi kejadian untuk memantau langsung kecelakaan tersebut. Polisi juga belum menutup lokasi kejadian itu, dan masih menunggu koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah daerah. Polisi juga masih mengumpulkan identitas pasti para korban.

"Kalau di pemandian jam kunjung biasanya sampai jam 17.00 WIB, kecuali di bulan tertentu. Kami masih koordinasi, karena semua masih simpang siur," kata Kepala Sub Bagian Humas Polres Nganjuk AKP Bambang Sutikno.(Ode)**
.

Categories:Daerah,
Tags:kecelakaan,