Diskar Kota Bandung, Pasar Harus Miliki Alat Pemadam Kebakaran

Diskar Kota Bandung, Pasar Harus Miliki Alat Pemadam Kebakaran

Ilustrasi Foto - Net

Bandung - Kebakaran yang menimpa pasar seringkali disebabkan oleh konsleting arus listrik, seperti yang terjadi di Pasar Induk Gedebage, penyebabnya pun sama. Dalam hal ini Kepala Satuan Dinas Pemadam Kebakaran (Diskar) Kota Bandung memberikan tanggapan, menurutnya hasil pemeriksaan dilapangan secara karakter pasar tradisional identik dengan ketidakteraturan dalam hal estetika bangunan yang kemudian diikuti dengan tidak adanya ketahanan proteksi kebakaran.

"Pasar memang banyak jadi titik rawan kebakaran, karena di sini banyak yang kabel  sudah aus tak diganti, instalasi  kwh tidak standar," bebernya kepada wartawan di Kantor Pemadam Kebakaran, Jalan Sukabumi Kota Bandung Rabu (22/7/2015).

Selain itu, dirinya menerangkan pemahaman akan kelistrikan dari pihak pengelola lemah, seharusnya pasar ditunjang dengan alat proteksi kelistrikan yang sesuai standar.

"Saat ini, pasar belum ada yang dilengkapi dengan proteksi kelistrikan standar sehingga riskan bila terjadi kebakaran. Apalagi di pasar banyak barang - barang yang sangat mudah sekali terbakar, contohnya seperti minyak jika terjadi kebakaran api itu pasti hitungan detik membesar," jelasnya.

Saat ditanya apakah di pasar tradisional tidak ada alat pemadam kebakaran (Apar) sama sekali, dirinya menegaskan belum ada.

" Pasar kebanyakan belum memiliki peralatan antisipasi kebakaran, padahal sesuai  Perda no 12 thn 2012 Bangunan di atas 100 m2 wajib memiliki apar,  bangunan 500m2 wajib memiliki hdyran serta APK, bangunan 500m2 lebih harusnya lebih kumplit, box hydran, nozle, standar kopling hidran, alat pendukung lain, bahkan bagi bangunan yang lebih dari 3 lantai harus diberangi dgn springkle, dedektor asap, detektor panas, tandem air, tidak hanya apar," jelasnya.

Dirinya memaparkan, seharusnya ada pelatihan mengenai pemadaman kebakaran terutama bagi perusahaan, sehingga tidak hanya harus memiliki alat pemadamnya saja tapi juga harus memiliki keterampilannya juga.

"Program pelatihan itu pada dasarnya, bagaimana mereka bisa memadamkan api sejak dini, kita berikan bagaimana cara pemakaian apar yang baik minimal mengerti sehingga tidak panik bila terjadi kebakaran sewaktu - waktu," paparnya. (Ode)**

.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,