Kontras, Pemerintah Harus Bisa Benahi Masalah HAM

Kontras, Pemerintah Harus Bisa Benahi Masalah HAM

Kontras (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan)., (Foto:. Net)

Jakarta  - Kontras (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan)  mengatakan keterpilihan Indonesia dalam Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (HAM PBB) mesti menjadi pula bahan evaluasi internal.

"Terpilihnya Indonesia sebagai anggota Dewan HAM PBB harus menjadi materi evaluasi bagi pemerintah untuk membenahi situasi HAM di dalam negeri," kata Koordinator Badan Pekerja Kontras Haris Azhar dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

Menurut Haris Azhar, komitmen internasional Indonesia di Dewan HAM PBB seharusnya tercermin pula pada perbaikan kondisi HAM dalam negeri. 

Kontradiksi antara komitmen di tingkat internasional dan kondisi di dalam negeri, ujar dia, justru akan menunjukkan bahwa keanggotaan Indonesia dalam Dewan HAM PBB hanya sebatas citra tanpa bukti nyata.

Sebagaimana diketahui, Kontras mengkritisi terpilihnya kembali Indonesia sebagai anggota Dewan HAM PBB periode 2015-2017.

"Terpilihnya kembali Indonesia sebagai salah satu anggota Dewan HAM PBB di satu sisi dapat dilihat sebagai sebuah prestasi dan bukti kepercayaan dunia terhadap Indonesia dalam pemajuan dan perlindungan HAM di dunia. Namun di sisi lain, prestasi dan kepercayaan yang didapat Indonesia ini tentu mengundang pertanyaan, mengingat situasi HAM dalam negeri Indonesia yang belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan dari tahun ke tahun," ujarnya.

Sebelumnya, dalam pemilihan yang dilakukan melalui pemungutan suara di Majelis Umum PBB, Indonesia terpilih untuk mewakili wilayah Asia Pasifik periode 2015-2017 bersama Bangladesh, India dan Qatar. (Ode)**

.

Categories:Nasional,
Tags:nasional,