Bunga Bangkai Sumatera Curi Perhatian Warga Jepang

Bunga Bangkai Sumatera Curi Perhatian Warga Jepang

Pengunjung Jindai Sokubutsu Koen, mengabadikan bunga "Amorphophallus titanum"

Tokyo -  Benar-benar langka, bunga bangkai dari Bengkulu, Sumatera yang hanya mekar selama dua hari dalam kurun waktu antara 5 hingga 7 tahun sekali, mulai mekar di Negera Sakura. Sejak hari Selasa lalu sebenarnya sudah kelihatan ada tanda-tanda ingin mekar. Namun, baru Rabu pagi jelas sekali bunga itu mekar dengan indah.
 
Bunga yang berasal dari Indonesia tersebut bisa dilihat oleh masyarakat umum di Jindai Sokubutsu Koen, atau Taman Tanaman Jindai di Chofu terbesar di dunia. Ya, bunga dengan nama latin "Amorphophallus titanum"  tersebut berbunga mekar di taman itu.
 
Langka memang, bunga ini hanya sekali mekar antara 5-7 tahun sekali dan itupun hanya mekar dua hari saja. Sebelumnya, bunga bangkai raksasa itu dibawa dari Universitas Tokyo Graduate School, yang merupakan barang Koishikawa Botanical Garden.
 
Sebelumnya, untuk pertamakalinya Paignton Zoo Environmental Park, Devon, Inggris pun memamerkan bunga bangkai raksasa yang sedang mekar di kebun botaninya.
 
Seperti dikutip dari Mirror, baru-baru ini durasi mekar yang tidak lama ini, pihak pengelola taman memberikan kesempatan kepada para pengunjung untuk menikmati penampilan bunga berukuran setinggi tiga meter itu. Dan, dengan wanginya yang seperti aroma daging busuk dalam sehari atau dua hari saja.
 
"Bayangkan ada bau seperti aroma daging busuk dari sebuah kaleng, lalu kaleng itu Anda buka di tengah hari yang sedang panas dan lembab," kata Giles Palmer, kurator tanaman dan kebun di Paignton Zoo.
 
Menurutnya, tak hanya jenis bunga itu saja yang langka. Sedikitnya ada 100 bunga di seluruh dunia yang memberikan kesempatan kepada para penikmatnya terbilang langka. "Jeda waktu mekarnya bisa memakan waktu bertahun-tahun. Jadi, penampakan ini sungguh tak biasa," katanya.
 
Disebutkan, bunga yang sedang mekar itu baru mekar setelah dirawat selama 12 tahun, merupakan bunga terbesar di dunia yang pertama kali ditemukan di hutan-hutan Sumatera, Indonesia.
 
Di Indonesia, bunga ini sering disebut dan populer sebagai bunga bangkai karena wanginya yang menyerupai aroma daging busuk atau bangkai, meski berguna untuk menarik kumbang dan lalat. Jumlahnya pun tak begitu banyak, sehi9ngga bunga ini dikategorikan sebagai bunga langka dan keberadaannya terancam.
 
Sementara itu, Paignton Zoo menjadi kebun lingkungan hidup pertama di Inggris yang mengembangbiakkan bunga bangkai ini. Bunga itu ditanam sejak 2003 dan mendapat perawatan dari sejumlah ahli taman. (Jr.)**
.

Categories:Unik,
Tags:,