Ribuan Warga Gorontalo Padati Lebaran Ketupat

Gorontalo - Ribuan warga memadati sejumlah titik di Provinsi Gorontalo untuk merayakan Lebaran Ketupat, yakni tradisi budaya di Gorontalo yang dilaksanakan sepekan setelah Hari Raya Idulfitri.

Berdasarkan pantuan, Jumat, (24/7/2015) sejumlah titik yang menjadi tujuan warga untuk merayakan Lebaran Ketupat yakni di Jalan Yosonegoro, Hutabuho, Kaliyoso, Reksenogoro, Limboto, Kabupaten Gorontalo, serta Kecamatan Tapa Kabupaten Bone Bolango, serta sejumlah kecamatan di Kota Gorontalo.

Jalan yang menuju pusat perayaan ketupat, seperti di Yosonegoro macet total di dapati kenderaan bermotor baik roda dua, empat serta bentor.

Maksum, salah seorang warga Kota Gorontalo mengatakan, perayaan ketupat memang menarik perhatian warga, bukan saja masyarakat Gorontalo namun juga ada yang berasal dari Jawa, Kalimantan, Sumatera dan Sulawesi.

Dia menjelaskan perayaan ketupat merupakan tradisi Etnis Jawa di Gorontalo yang dilaksanakan sepekan setelah Hari Raya Idul Fitri, namun sekarang ini sudah merata semua warga di wilayah ini merayakan momen tersebut.

Seperti dikatakan Narto, salah seorang warga lainnya, warga yang ingin melaksanakan silaturahmi dan merayakan ketupat di beberapa kecamatan di Kabupaten Gorontalo, sejak pagi sudah memadati ruas jalan utama daerah tersebut sehingga memacetkan lalu lintas.

"Saya berangkat dari rumah di Kota Gorontalo menuju Yosonegoro menempuh perjalanan hampir lima jam padahal jika kondisi normal hanya satu jam," katanya .

Antusias warga ingin merayakan ketupat bukan saja di Kabupaten Gorontalo, namun juga di wilayah Kabupaten Bone Bolango, arus kendaraan mengalami kemacetan begitu juga sebagian wilayah di Kota Gorontalo.

Berbagai atraksi dilaksanakan pada perayaan ketupat, seperti pacuan kuda dan karapan sapi di lapangan Yosonegoro serta acara panjat pinang, pisang dan lomba tradisional lainnya di hampir wilayah Gorontalo.

Menurut Awu Tahir, salah seorang tokoh pemuda di Kota Gorontalo, setiap Lebaran Ketupat warga merayakannya dengan menyuguhkan makanan kepada tamu, sementara warga lainnya mengadakan acara lomba tadisional dengan hadiah menarik.

"Kami ikut merayakan Lebaran Ketupat sebagai bentuk kemenangan setelah sebulan menjalankan ibadah puasa," kata Awu. (AY)

.

Categories:Daerah,
Tags:budaya,