Pengacara OC Kaligis, Nadia Saphira Geruduk Kantor KPK

Pengacara OC Kaligis, Nadia Saphira Geruduk Kantor KPK

Pengacara OC Kaligis, Nadia Saphira.(Net)

Jakarta - Nadia Saphira, seorang aktris yang  banting setir jadi pengacara, mendadak mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Ia pun langsung menuju ke Rumah Tahanan Guntur, di mana OC Kaligis ditahan oleh KPK. 
 
Namun, sejauh ini Nadia enggan memberikan komentar seputar dirinya menjadi tim kuasa hukum ayah Velove Vexia itu.  Dia menyerahkan semua tanya jawab kepada juru bicara keluarga, dan salah satu tim kuasa hukum lainnya, Afrian Bondjol. "Media bisa langsung tanya ke pihak yang sudah ditunjuk ya," kata bintang serial Ada Apa Dengan Cinta? itu.   
 
Pada tahun lalu, Nadia pun sempat hadir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Saat itu ia sudah masuk dalam firma hukum milik OC Kaligis, dalam menangani para korban pelecehan seksual terhadap murid TK di Jakarta Internasional School (JIS).
 
Ia mengaku tertarik menangani kasus kekerasan terhadap anak-anak. "Ini kasus pertama aku selama aku jadi pengacara," aku  Nadia. Perempuan berusia 27 tahun ini mengaku awalnya bercita-cita menjadi seorang dokter hewan. Namun, ia akhirnya memilih kuliah hukum.  
 
Sementara itu, Jumat (24/7/2015) ini pengacara senior yang kini menjadi tersangka kasus dugaan suap hakim PTUN Medan, OC Kaligis menolak diperiksa KPK sebagai saksi. Hal ini disampaikan oleh salah satu tim kuasa hukumnya, Afrian Bondjol.  "Pak Kaligis menolak ke KPK karena alasan kesehatan yang tak memungkinkan," kata Afrian di gedung KPK.
 

Selain kondisi kesehatan yang menurun, alasan lain karena Kaligis telah menjadi tersangka. Menurut Afrian, sebagai tersangka Kaligis berhak menolak untuk memberikan keterangan. Kaligis pun  tengah mengajukan praperadilan atas statusnya sebagai tersangka.  Afrian membacakan surat yang ditulis oleh OC Kaligis, tentang penolakannya diperiksa sebagai saksi.

"Saya sakit, dipaksa diperiksa sebagai saksi. Saya menolak, biar perkara saya cepat ke pengadilan atau menunggu praperadilan saja," demikian pernyataan Kaligis seperti dibacakan Afrian.

Kondisi kesehatan kliennya memang kurang baik. "Pak Kaligis punya riwayat sakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes dan penyempitan saraf," kata Afrian. OC Kaligis ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK setelah menjalani pemeriksaan. Ia pun dijemput paksa KPK bahkan langsung ditahan terkait kasus dugaan suap yang juga menyeret hakim PTUN Medan.

Pengacara kawakan itu diduga telah melanggar Pasal 6 ayat 1 huruf a dan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b, dan atau Pasal 13, Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 ayat 1 juncto Pasal 55 ayat 1 KUHPidana.

KPK juga menetapkan lima orang sebagai tersangka. Yakni Ketua PTUN Medan Tripeni Irianto Putro, hakim Amir Fauzi dan hakim Dermawan Ginting, Panitera PTUN Medan Syamsir Yusfan, serta seorang advokat yang bekerja di kantor Kaligis & associates, M. Yagari Bhastara alias Gerry. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:kpk,nasional,