Akibat Kemarau, Jateng Hadapi Darurat Kekeringan

Akibat Kemarau, Jateng Hadapi Darurat Kekeringan

Semarang - Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Sarwa Pramana menyatakan, kekeringan sudah melanda di seluruh wilayah Jawa Tengah dan diperkirakan bakal berlangsung hingga November 2015. Akibatnya, Jateng berada di ambang darurat kekeringan.
 
"Setidaknya ada delapan kabupaten yang melakukan dropping air bersih, meliputi 122 kecamatan dengan 487 desa. Total dropping air mencapai 1.653 tangki," kata Sarwa, di Semarang, Jumat (24/7/2015).
 
Ia mengatakan, puncak kekeringan sendiri akan terjadi dari Agustus sampai September. Dia meminta kabupaten atau kota yang dilanda kekeringan untuk cepat melakukan identifikasi."Apakah sudah mengeluarkan pernyataan siaga darurat air bersih atau belum," katanya.
 
Dropping air bersih di Jateng dibagi menjadi tiga badan koordinasi wilayah (Bakorwil). Bakorwil satu meliputi wilayah Rembang, Blora, Grobogan, dan Pati. Bakorwil dua meliputi wilayah Wonogiri, Sukoharjo, Klaten, dan Boyolali. Sementara Bakorwil tiga meliputi wilayah Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Tegal, dan Pemalang.
 
"Kalau Bakorwil tidak cukup, BPBD Jawa Tengah akan memfasilitasi dengan mengeluarkan anggaran siap pakai. Satu syarat yang harus dipenuhi, bupati atau walikota harus mengeluarkan keputusan siaga darurat kekeringan," tuturnya.
 
Diingatkan, untuk mewaspadai bencana kebakaran saat kekeringan. "Karena setiap hari hampir ada rumah atau perusahaan yang terbakar di Jawa Tengah. Alhamdulillah, sampai hari ini korban bisa diminimalisir. Sampai hari ini, kebakaran gunung dan hutan tidak terjadi," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,