Kenaikan BM Impor karena Dinilai Termurah di Dunia

Kenaikan BM Impor karena Dinilai Termurah di Dunia

Jakarta - Dinaikkannya tarif bea masuk impor barang-barang konsumsi rata-rata sebesar 5 persen oleh pemerintah, didasarkan karena tarif rata-rata bea masuk impor di Indonesia selama ini yang termurah atau terendah di dunia.
 
Menurut Plt. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Suahasil Nazara, kebijakan yang tertuang dalam beleid Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 132/PMK.010/2015 itu, sebagai langkah mengharmonisasi tarif bea masuk yang diakuinya termurah di dunia.
 
"Kita ini yang terendah atau termurah di dunia. Paling tidak di tingkat regional atau di  kawasan ASEAN," kata Suahasil, Jakarta, Minggu (26/7/2015).
 
Ia menjelaskan, tujuan utama penyesuaian bea masuk impor untuk mendorong industri dalam negeri. Pemerintah, fokus pada kenaikan bea masuk produk konsumsi (hilir) impor dengan harapan bisa diganti atau diisi industri dalam negeri.  
 
Dalam pengusulan daftar barang konsumsi dan tarif, melibatkan peran Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian dan Kementerian teknis lainnya.
 
"Kenaikan tarif memang dikeluarkan dengan PMK, tapi materi teknisnya termasuk jenis barang dan level tarif dibahas oleh Tim Tarif yang sifatnya antar Kementerian. Antara lain Kemendag, Kemenperin, Kemenko Perekonomian dan Kementerian Teknis lainnya," tegasnya.
 
Menyinggung mengenai derasnya serbuan produk impor terutama dari Cina ke Indonesia sehingga menggilas industri dalam negeri, Suahasil tidak memberi jawaban pasti. "Saya rasa data atau statistik impornya bisa disampaikan Kemendag," kilahnya.
 
Sementara itu, Menteri Perindustrian Saleh Husin menyatakan, usulan pengenaan bea masuk produk makanan minuman bertujuan untuk melindungi industri dalam negeri, meningkatkan pemanfaatan tarif preferensi kerja sama ekonomi guna penentuan baseline tarif dalam kerangka kerjasama RCEP.
 
"Untuk produk mamin yang diusulkan naik bea masuk impornya ada 154 pos tarif (total agro 194 pos tarif). Antara lain olahan kakao, kopi bubuk sampai kopi mix siap minum, teh, es krim, olahan daging, ikan dan hasil laut lainnya, minuman ringan, minuman beralkohol, terigu dan makanan olahan dari terigu," katanya.
 
Seperti diberitakan sebelumnya, penyesuaian bea masuk impor barang konsumsi tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 132/PMK.010/2015 tentang Penetapan Sistem Klasifikasi Barang dan Pembebanan Tarif Bea Masuk Atas Barang Impor.
 
Kenaikan tarif bea masuk impor dalam beleid ini sebesar 5 persen. Produk konsumsi yang kena kenaikan bea masuk impor di antaranya, ikan, teh, kopi, pakaian dalam, kondom, kosmetik atau perlengkapan kecantikan, minuman beralkohol hingga kendaraan bermotor dengan tarif mulai dari 10 persen menjadi 150 persen. (Jr.)**
.

Categories:Ekonomi,
Tags:,