Ada Perpeloncoan, Kepsek di Purwakarta Dicopot

Ada Perpeloncoan, Kepsek di Purwakarta Dicopot

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi saat meninjau proses Masa Orientasi Siswa (MOS) di sebuah sekolah di Purwakarta, Senin (27/7).(Bima Adi)

Purwakarta - Setiap kepala sekolah (kepsek) di Kabupaten Purwakarta diancam dicopot dari jabatannya jika terbukti memanfaatkan Masa Orientasi Siswa (MOS) untuk ajang perpeloncoan.

"Ospek, MOS atau apapun namanya itu, saya tidak mau lagi ada kegiatan yang tidak produktif di dalamnya. Misalnya, anaknya dikuncirin tiba-tiba, rambutnya jadi berantakan. Kan ini tidak logis. Jika ada yang seperti itu, catat namanya laporkan ke saya, saya pecat itu kepala sekolah," ujar Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi di Purwakarta, Senin (27/7/2015).

Menurut Dedi, masa bimbingan siswa boleh memberikan tugas pada siswa baru, asalkan kegiatannya produktif. Misalkan tugas membuat tas dari plastik atau karung bekas tepung.

“Tas daur ulang dari apapun bahannya, boleh tuh dikasih tugas. Asalkan tasnya digunakan selama siswa baru itu bersekolah. Ini kan produktif. Termasuk hal produktif lainnya," kata Dedi.

Sehingga menurut Dedi, Masa bimbingan Siswa baru di sekolah harus menjadi ajang menunjukkan kreasi anak-anak dan kreatifitas ini dilakukan dengan serius, sehingga lahirlah ketekunan anak dalam melahirkan produk.

“Ini yang perlu dilakukan di sekolah, mengembangkan bakat, menanamkan karakter kuat dan keyakinan pada anak dan kebanggaan akan hasil karya sendiri," kata dia. (AY)

.

Categories:Daerah,
Tags:pendidikan,