Tarian Jaran Lumping Tiadakan Kesan Magis

Tarian Jaran Lumping Tiadakan Kesan Magis

Tarian Jaran Lumping.

BERBEDA dengan tarian aslinya yang bernama Jaran Kepang, tarian Jaran Lumping ternyata lebih banyak menonjolkan unsur seninya daripada unsur magisnya. Selama tarian Jaran Lumping ini dipentaskan, bila anda menyukai adegan- adegan gaib seperti orang makan beling, dicambuk dan sebagainya,
jangan harap anda akan menemukannya. Justru unsur seni lah yang banyak menonjol dalam tarian Jaran Lumping ini.
 
Tarian Jaran Lumping ini bila ditelusuri lebih jauh, sebenarnya merupakan bentuk tarian kreasi baru dari tarian Jaran Kepang. Hampir semua gerak dalam tarian ini, mengangkat unsur seni tradisional khas kecirebonan. Memang pada kenyataannya, unsur kecirebonan sangat kental sekali dalam tarian Jaran Lumping tersebut.
 
Saking kentalnya, tidak jarang dalam setiap pementasan lagu maupun musik yang mengiringinya, semua yang berbau Cirebon selalu ditonjolkan. Alat-alat musik seperti kecrak, gendang, suling, gamelan dan sejumlah alat lainnya, dengan diiringi lagu-lagu bernuansa Cirebon, selalu mengiringi pementasan tarian ini.
 
Namun dalam perkembangannya, tidak jarang ada penambahan- penambahan baru dalam tarian Jaran Lumping ini agar menarik untuk diikuti oleh penonton. Meskipun tidak ada lagi unsur-unsur magis dalam setiap kali pementasan tarian ini, namun berbagai gerakan yang dimunculkan melambangkan bentuk tarian aslinya.
 
Karena tidak lagi mengandung unsur magis, tarian Jaran Lumping ini biasanya dalam pementasannya tidak perlu menggunakan lapangan luas, tapi cukup dengan panggung kecil. Para penarinya pun tidak sebanyak penari Jaran Kepang, paling-paling hanya sekitar 3-5 orang. Selain itu tidak ada persyaratan-persyaratan khusus yang harus dilalui oleh para pemain, sebagaimana layaknya dalam mementaskan tarian Jaran Kepang.
 
Syarat utama yang harus dilalui oleh para penari Jaran Lumping ini, yakni minimal harus memiliki seekor kuda buatan yang biasanya diberi nama kuda lumping. Sesuai dengan namanya, maka kuda lumping ini berfungsi sebagai kuda tunggangan mainan, yang biasanya berwarna hitam atau coklat seperti bentuk aslinya.
 
Para pemainnya pun biasanya menyesuaikan pakaiannya dengan warna kuda tunggangan masing-masing. Dari sinilah kemudian tarian Jaran Lumping ini mulai dipergelarkan, yang diawali dengan alunan musik khas kecirebonan. Setelah mendengar alunan suara musik, barulah para penari yang biasanya terdiri dari kaum pria semuanya menari, diiringi kudanya masing-masing.
 
Proses awal tarian Jaran Lumping ditandai dengan berputarnya para penari dengan menunggang kudanya masing-masing. Dari sini kemudian dimulailah masing-masing penari membuat berbagai bentuk kreasi baru sesuai dengan iringan musik. Semakin cepat suara alunan musik pengiring, maka gerakan para penari pun akan semakin cepat pula. Pada kondisi seperti ini, tampak para penari sangat lincah gerakannya dengan meliuk-liuk ibarat seekor kuda yang sedang menari.
 
Semakin lambat para nayaga yang memainkan musik dalam mengiringi tarian ini, maka gerakan para penari pun terlihat lambat. Dalam setiap gerakan yang dimunculkan, kadang-kadang muncul gerakan yang lucu dan mengundang tawa para penonton. Bagaimanapun, tampilan tarian ini melambangkan tarian seekor kuda dengan segala tabiatnya. Tak heran jika kemudian muncul sejumlah gerakan yang lucu dan mengundang tawa.
 
Keinginan untuk menonjolkan unsur seni daripada unsur magisnya dalam tarian ini, sangat kentara sekali. Meskipun setiap gerakan mengandung unsur-unsur tertentu, namun unsur magis dalam tarian Jaran Lumping ini tidak ada sama sekali. Jadi selain hanya mengandung unsur seni dan hiburan, tarian ini tidak mengandung unsur lain, seperti magis misalnya.
 
Menurut orang yang sudah pernah menonton penampilan tarian Jaran Lumping, sebenarnya cukup banyak keistimewaan yang dimunculkan oleh tarian ini. Sejumlah keistimewaan tarian Jaran Lumping adalah, gerakan yang ditampilkan oleh para penari meskipun dilakoni oleh pria, kelihatan sempurna. Begitu pun halnya dengan alunan musik yang mengiringinya, selalu berubah-ubah sesuai
dengan penampilan para penarinya.
 
Genjotan terhadap para penari inilah yang kadang-kadang semakin membuat tarian Jaran Lumping hidup dan berkembang menjadi salah satu tarian yang banyak digemari penonton, dengan segala kelebihan maupun kekurangannya. (AY)
.

Categories:Hiburan,
Tags:hiburan,