Grindadrap, Tradisi Pembantaian Paus yang Kontroversial

Grindadrap, Tradisi Pembantaian Paus yang Kontroversial

Grindadrap, Tradisi Pembantaian Paus yang Kontroversial

Faroe - Sejumlah orang secara bersama-sama membantai ratusan ikan paus di Pulau Faroe, Denmark. Akibatnya, pantai di pulau tersebut hanya dalam sekejap berubah menjadi lautan darah. 
 
Sedikitnya 250 ikan paus berhasil dibantai dengan menggunakan tombak dan pisau. Tubuh ikan-ikan itu terdampar di pantai dengan leher yang hampir putus. Darah paus keluar dan bercampur dengan air laut, sehingga mengubahnya pantai tersebut menjadi lautan darah.

Dilansir Daily Mail, Minggu (26/7/2015) perhelatan ini disebut dengan Grindadrap, yakni pembantaian brutal yang menargetkan ikan paus pilot, sejenis paus bergigi dengan kulit hitam dan tanda abu-abu di dagu, sirip punggung rendah dan kepala bulat persegi. Pembantaian secara massal itu terjadi secara brutal di dua pantai di Pulau Faroe, Bour dan Torshavn.
 
Berbagai foto mengerikan pun direkam secara sengaja oleh aktivis lingkungan dari organisasi konservasi non-profit, 'Sea Shepherd'. Paus-paus tidak berdosa itu dipaksa untuk mendekat ke pantai, dengan menghalau mereka menggunakan kapal dan perahu jet agar tidak menjauh dari pulau. 
 
Pada saat paus itu mulai menyerah, para pembantai paus langsung mendeka masuk ke air dan mulai menyiksa paus-paus yang tidak berdaya tersebut. Setelah itu, mereka pun menyeret ikan-ikan paus tersebut ke pantai.

Di pantai, dengan menggunakan pisau dan tombak mereka mulai menyayat paus-paus itu, memotong leher mereka dan membelahnya. para pembantai yang kebanyakan warga lokal itu tertawa dan tersenyum setelah berhasil membantai paus. Darah ikan paus pun memenuhi baju mereka yang basah.
 
Ternyata, hal itu merupakan perhelatan rutin yang diadakan setiap tahunnya oleh warga di pulau itu. Lima orang aktivis lingkungan dari Sea Shepherd justru ditangkap, karena dianggap mengacaukan kegiatan pembantaian.
 
"Ada dua kapal laut Denmark dalam kegiatan tersebut, HDMS Triton dan HDMS Knud Rasmussen. Keduanya berada di pantai Bour," ujar Wyanda Lublink, kapten kapal Brigitte Bardot milik Sea Shepherd.
 
Artinya, kata Lublink meski Denmark merupakan salah satu anggota negara Eropa yang menolak perburuan paus, ada campur tangan lembaga pemerintah dalam menyukseskan Grindadrap. Meski paus pilot belum menjadi hewan yang dilindungi, tetap saja pembantaian ini sangat brutal dan melanggar konservasi.
 
Grindadrap kegiatan rutin yang telah berlangsung selama ratusan tahun lalu di Pulau Faroe. Meski Denmark menganggap perburuan paus ilegal, hal ini dianggap legal di Pulau Faroe. Semua paus yang diburu menjadi konsumsi warga lokal. Daging dan lemak ikan paus merupakan produk utama yang digunakan warga Pulau Faroe, baik untuk konsumsi pribadi maupun bahan kosmetik. (Jr.)**
.

Categories:Unik,
Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait