Ketahuan Ada Perpeloncoan, Emil Pecat Kepsek di Kota Bandung

Ketahuan Ada Perpeloncoan, Emil Pecat Kepsek di Kota Bandung

ilustrasi

Bandung – Masa Orientasi Siswa (MOS) yang sedang berlangsung di SMP maupun SMA menjadi perhatian Walikota Bandung, Ridwan Kamil. Pria yang akrab disapa Emil ini memastikan untuk MOS tahun ini tidak akan ada perpeloncoan yang sudah menjadi tradisi di tahun-tahun sebelumnya. Emil mengancam jika sampai ada perploncoan seperti itu dirinya akan memecat kepala sekolah tersebut.
 
Emil mengaku, dirinya tidak setuju dengan adanya kekerasan fisik, apalagi ketika murid-murid baru yang seharusnya dibimbing dan diperkenalkan dengan sekolah barunya malah diadakannya senioritas sehingga membuat siwa baru enggan mendekati seniornya.
 
“Saya pastikan Disdik hal seperti ini tidak akan terjadi di Kota Bandung karena saya juga meminta Disdik untuk membuat hotline atau layanan pengaduan” ujar Emil. Selasa (28/7/2015)
Emil mengatakan hotline atau layanan pengaduan ini dibuat supaya bisa mengantisipasi adanya kejadian-kejadian yang tidak diharapkan. Kota Bandung adalah kota yang penuh dengan percontohan untuk kota lain, untuk itu Emil mengimbau tidak adanya kegiatan perpeloncoan di MOS tahun ajaran baru ini.

"MOS (masa orientasi siswa) seperti itu saya rasa sudah jadul, jadi harus dihilangkan. Lebih baik fokus pada peningkatan karakter. Tidak ada jaminan setelah MOS, siswa akan jadi lebih baik, cuma kultur-kultur saja," jelas dia.
 
 
Emil juga mengharapkan sekolah-sekolah di Bandung bisa menciptakan siswa-siswi yang mempunyai karakter, untuk itu MOS yang baik adalah mengedukasi siswa barunya untuk membimbing para penerus bangsa ini untuk menjadi seperti apa.

"Yang dibutuhkan anak sekolah Bandung itu menjadi lebih sopan. Contoh kecil saja ada laporan ke saya di Twitter, dia menyanjung tapi bahasanya kasar. 'Pak aing mah bahagia Alun-alun jadi alus'. Maksudnya kan baik, cuma bahasa pilihan bahasanya tidak bisa membedakan," ungkapnya. (AY)
.

Categories:Pendidikan,
Tags:,