Usai Sidang PK Terakhir Dada Rosada Doa Bersama

Usai Sidang PK Terakhir Dada Rosada Doa Bersama

Bandung  - Usai sidang Peninjauan Kembali (PK) terakhirnya, Dada Rosada bersama penasihat hukum dan sejumlah kerabat yang hadir di persidangan, langsung melakukan doa bersama di ruang sidang II Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LRE Martadinata, Selasa (28/7/2015).

Doa bersama dilakukan setelah Majelis Hakim persidangan meninggalkan ruang sidang. Dada bersama sejumlah kerabat membuat lingkaran, kemudian doa dimulai dipimpin mantan Ketua KPU Kota Bandung, Benny Mustopha.

Benny mendoakan agar PK Dada yang dilayangkan ke Mahkamah Agung dikabulkan. Usai berdoa, Dada berjalan keluar ruang sidang. "Hanya bisa upaya dan doa. Kita memohon kepada Allah agar PK dikabulkan," singkat  Dada sambil meninggalkan Gedung PN Bandung dengan kawalan petugas Lapas Sukamiskin.

Seperti diketahui, Dada Rosada terlihat tidak menerima dengan putusan 10 tahun hukuman penjara, yang diputuskan Majelis Hakim persidangan beberapa waktu lalu. Dirinya terus memperjuangkan nasib dengan mengajukan PK.

Mantan orang nomor satu di Kota Bandung itu divonis 10 tahun penjara, Senin 28 April 2014. Tak hanya itu, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Bandung juga mewajibkan Dada membayar uang denda Rp 600 juta.

 
Sebelumnya, mantan orang nomor satu di Kota Bandung Dada Rosada menjalani sidang terakhir pada permohonan Peninjauan Kembali (PK) atas perkaranya. Sidang itu mengagendakan  penyampaian dan penandatanganan berita acara persidangan PK yang terakhir. Kedua pihak, pemohon dan termohon (KPK), menandatangani berita acara persidangan.

Ketua Majelis Hakim Berton Sihotang dalam persidangan itu menyampaikan, majelis hakim akan mengumpulkan berita acara persidangan dan dibuatkan berita acara pendapat. "Sesuai ketentuan UU nomor 8 tahun 1981, majelis akan simpulkan dari berita acara persidangan menjadi berita acara pendapat. Kami akan rampungkan dan simpulkan berita acara pendapat dan nanti disampaikan ke MA," ungkapnya.

Setelah keseluruhan rangkaian pemeriksaan perkara selesai, Majelis Hakim menutup sidang perkara. Keputusan diterima tidaknya PK itu menjadi kewenangan Mahkamah Agung (MA). (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,