Raline Shah: "Rela Istri Kedua"

Raline Shah:

Cukup alot untuk meminta waktu wawancara dengan artis  Raline Shah saat diminta wartawan Bandung termasuk CikalNews.com. Kalaupun mau Raline hanya menyoal perihal film yang saat ini lagi dibintanginya “Surga Yang Tak Dirindukan”.
 
Tadak apa-apa, yang penting mau dulu diwawancara begitu semangat CikalNews. Danternyata begitu sudah bertemu langsung, semua serba cair. Raline Shah tak sekaku yang disampaikan pihak rombongan yang sedang menangani para artis ini bertandang ke Bandung dalam rangka promo filmnya.
 
Begitu duduk dikursi dan berhadapan dengan wartawan, senyum Raline Shah merekah melelehkan ketegangan. Pepatah yang mengatakan, tak kenal maka tak sayang dan tak sayang maka tak cinta memang kadang benar adanya.  Raline Shah setelah memperkenalkan diri, justru dia banyak berkisah tentang keterlibatannya di film “Surga Yang Tak Dirindukan” dengan ramah. Ada riak kesenenagan bila sudah menyinggung eksistensinya di dunia hiburan yang telah membesarkan namanya ini.
 
Tokoh yang diperaninya sebagai Meirose adalah sosok wanita yang sedang hamil anak laki-laki dan pada akhirnya harus mencintai suami wanita lain yang diperankan Laudya Cynthia Bella sebagai Citra Arini yang memiliki seorang anak perempuan yang manis. Melodrama dan menguras energi untuk mau memerankan tokoh yang harus jadi wanita ketiga dalam kehidupan rumahtangga orang lain itulah yang dimainkan Raline Shah.
 
“Begitu saya dapat tawaran film ini, aku enggak langsung setuju, justru aku menolaknya beberapa kali, 3 kali nolak, sungguh,  karena memang aku udah baca bukunya, kalaupun sama tetap aku menolak memerankan tokoh Meirose,” ungkap Raline Shah.
 
Apakah karena problematika Meirose menjadi orang ketiga dalam rumahtangga Pras (Fedi Nuril), itu yang enggak disukai Raline?  “Skenarionya kemudian diganti tidak terlalu sama dengan buku, tetapi tetap masih punya benang merah yang kuat, setelah skenarionya diubah, aku luluh, aku berbalik mau memerankan  meski aku gak suka Meirose yang depresi. Dia bangkit dan meninggalkan sebuah tanggungjawab sebagai ibu, tetapi Meirose juga tidak ingin menjadi beban dalam rumahtangga Pras dan Arini, cinta segitiga ini kemudian harus dijawab, ini menarik. Aku justru berbalik mau memerankan Meirose, yang tadinya benar-benar aku gak respek,” ungkap Raline mengundang penasaran secara panjang lebar.
 
Film religi yang membidik poligami ini sudah tayang sejak 15 Juli lalu. Film ini mengisi slot Lebaran dan mendapat sambutan hangat penonton Indonesia. Kekuatan film "Surga Yang Tak Dirindukan", terletak juga pada pemain-pemainnya yang di casting sesuai karakter-karakter yang diinginkan jalan cerita filmnya. Karena itu konon film ini sudah mampu meraup jumlah penonton yang cukup signifikan.
 
“Sebagai pemain, kita selalu berharap setiap film yang dimainkan bisa sukses di pasaran, saling melengkapi semuanya. Kalau hasilnya nanti baik, alhamdulilah kerja keras kita tidak sia-sia, mau film apapun, kerja apapun aku selalu beranggapan harus dilakukan maksimal,” ungkap finalis Putri Indoneisa 2008 dan terpilih sebagai Putri Favorit ini.
 
Perihal statusnya dalam film “Surga Yang Tak Dirindukan” menjadi istri kedua atau setuju kah dengan piligami? Perempuan kelahiran Jakarta, 4 Maret 1985 ini tidak lantas menolaknya. Ada problem tertentu mengapa wanita mau menjadi perempuan kedua dalam kehidupan nyata.
 
“Secara pribadi pastilah menolak menjadi perempuan kedua, karena sebagai wanita kita tidak ingin ada yang terluka. Tetapi adakalanya si wanita tidak bisa menolak takdir dan alasan-alasan prinsip, kalau itu dihadapkan pada saya, mungkin saja kita bisa menerima mengapa kita menjadi yang kedua,” katanya blak-balakan.
 
Ucapan Raline yang bersayap ini membuat rekan artis Laudya Cynthia Bella yang duduk disampingnya terbelalak kaget. Karena Bella jelas-jelas menolak poligami tanpa tedeng aling-aling. “Tetapi saya cukup menghargainya” desis Raline kala itu.
 
Menjadi orang ketiga itu memang paling tidak nyaman, selalu posisinya disalahkan. Dalam film ini cukup diselesaikan dengan manis.Mungkin ini yang disetujui Raline Shah bila dihadapkan pada persoalan pelik dan tidak ada pilihan lain untuk menjadi istri kedua.
 
Cepat laris
Nama Raline Shah  di dunia film terbilang cepat berada di psosisi laris. Sejak membintangi film “5 Cm” garapan sutradara Manthovani, geliat Raline di dunia akting jelas lompatannya. Karena seiring dengan itu membanjirlah beberapa tawaran iklan. Wajahnya pun semakin wara wiri di televisi selaku bintang dan model iklan. Bahkan disinyalir, posisi Luna Maya digantikan oleh Raline Shah, sebab beberapa iklan yang dibintangi Luna, kini diganti oleh Raline Shah.
 
Sebut saja yang sampai kini masih menyita perhatian kita adalah kemunculannya sebagai bintang iklan kopi yang cukup menyita perhatian. Sebelumnya beberapa iklan sempat ditayangkan sebut saja seperti  iklan sampo Pantene, XL, Axiata,  serta Vitalong C.  Menjadi bintang iklan memang  berpeluang menjadi terkenal cukup cepat, karena iklan sering ditayangkan diberbagai media termasuk media televisi. Iklan dinilai sangat cocok dengan kepribadian Raline  yang smart, cantik, fresh, dan energik.
 
Dukungan lain, Raline Rahmat Shah juga sempat menerima menjadi host  di stasiun televisi membawakan acara yang juga pas dengan penampilannya, di Kitchen Beib Global TV. Selebihnya, dia masih belum melirik dunia sinetron secara maksmal, meski kita yakin pasti banyak tawaran yang mampir kedirinya.
 
Pandai memilah pekerjaan di dunia entertaint memang sangat diperlukan. Jelas harus cerdas memilih, karena tidak semua penawaran bisa cocok dengan karakter diri. Posisi inilah yang  Raline Shah tengah mainkan sehingga tidak asal menerima tawaran pekerjaan.
 
Untuk film pun jika tidak sesuai dengan karakternya, jelas akan ditolak. Bisa menolak suatu pekerjaan, dibutuhkan kepiawaian seseorang. Menurut Raline Shah peranan managemen juga sangat menentukan kiprah di dunia hiburan.  Tetapi tentu akan kembali pada sang artis.
 
Raline Shah tampaknya sangat tahu situasi  di dunia hiburan Indonesia. Berpijak di dunia yang tidak panjang waktu karier yang bisa dibangun,  namun sesingkat itu harus  bisa dimanfaatkan secara maksimal. Ya, ini banyak disadari para artis Indonesia. Karena itu harus selalu siap kapan tidak menjadi idola. Saat itulah bisa bangkit dengan  talenta lain dan mampu tetap mengasah diri.
 
Pendidikan menjadi kunci suksesnya dalam melangkah menekuni karier. Raline Shah tampaknya sangat siap. Dia adalah alumnus disebuah universitas ternama di Singapura. Tepatnya kuliah di National University of Singapore dibidang ilmu politik dan meraih gelar B.A  in Political Science and New Media & Communications (Hons). 
 
Tanpa harus jumawa, dan berkoar-koar,  Raline Shah melangkah dengah optimis. Dia juga menyadari ijazah yang sudah digenggam belum dipraktekan di masyarakat secara ril. Justru ketika memutuskan  bergelut di dunia model dan mengikuti pemilihan Putri Indonesia 2008, siapa nyana ini adalah awal mula dia berkenalan dengan panggung hiburan Indonesia?
 
 Wajahnya yang cantik, menjadi modal Raline Shah berkiprah di dunia keartisan. Dibalik ini semua siapa gadis ini sesungguhnya? Raline Shah adalah  aktris berdarah campuran Tionghoa – Melayu, ia lahir dari pasangan  ayah Rahmat Shah yang merupakan seorang pengusaha dan juga diplomat (konsulat kehormatan Turki di Medan) yang berasal dari Medan dan Ibu yang bernama Roseline Rahmat yang merupakan warga negara Singapura. Selain memiliki paras yang cantik ia juga mempunyai wawasan yang cukup luas. Menguasai bahasa Inggris dan Perancis secara aktif. Raline Shah memang sudah sangat siap meniti kariernya. (Ode)**
 
Biodata
Nama Lengkap : Raline Rachmat Shah
Nama Populer: Raline Shah
Tempat tanggal Lahir : Jakarta, 4 Maret 1985
Tinggi badan : 172 cm
Berat : Rahasia
Alamat  situs resmi : ralineshah.com
 
Pembawa Acara: Kitchen Beib (Global TV)
 
 Film 
"5 Cm" (2012)
"99 Cahaya di Langit Eropa (2014)
"99 Cahaya di Langit Eropa part 2 (2014)
"99 Cahaya di Langit Eropa part 3 selesai(2014)
"Supernova" (2014)
"Cinta Selamanya" (2014)
"Surga Tak Dirindukan" (2015)
 
Model Videl Klip Musik
Terlalu Mendamba (Supernova)
Berhenti Di Kamu (Anji)
Burn (Iskandar Wijaya)
.

Categories:Sosok,
Tags:,