Imam Besar Masjidil Haram dan Nabawi Hargai Yahudi

Imam Besar Masjidil Haram dan Nabawi Hargai Yahudi

Sheikh Abdul Rahman Alsudais

Jakarta - Imam besar Masjidil Haram dan Nabawi, Sheikh Abdul Rahman Alsudais menepis anggapan Islam yang intoleran, sebaliknya agama dengan penganut terbesar kedua di dunia ini menjunjung toleransi antarumat beragama sebagaimana Rasulullah Muhammad SAW menghargai umat Yahudi.

"Rasulullah Muhammad SAW memperlakukan semua masyarakat yang sama. Contohnya saat itu adalah umat Yahudi yang diperlakukan sama baiknya dengan Muslim," kata Sudais di sela-sela seminar tentang kemoderatan dalam Al Quran dan Al Hadits di Hotel Shangrila, Jakarta, Selasa (28/10/2014).

Dia mengatakan amalan berbuat baik dengan sesama manusia dan larangan menggangu umat lain merupakan prinsip Islam yang tertuang dalam sumbernya Al Quran dan Al Hadits.

Lebih lanjut, dia menjelaskan justru orang yang tidak benar-benar tahu Islam yang melakukan tindakan intoleransi beragama.

"Kepada mereka itu (umat lain) Muslim berbuat baik, seperti dicontohkan Rasulullah SAW untuk memperlakukan orang Yahudi dengan baik selama mereka tidak melakukan mengganggu." "Islam sangat menghargai toleransi. Orang yang tidak tahu agama Islamlah yang tidak bertoleransi," kata Ketua Umum Badan Otoritas Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dengan pangkat setingkat menteri di Arab Saudi itu.

Toleransi beragama sendiri merupakan isu yang belakangan mengemuka di tengah banyaknya peristiwa radikalisme, seperti yang dilancarkan kaum ekstrimis Alqaeda dan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Kehadiran radikalisme itu ditengarai oleh rendahnya toleransi antarumat beragama.

Rektor Univeritas Islam Madinah, Abdurrahman bin Abdullah Assanad mengatakan gerakan Islam moderat antikekerasan harus terus didorong ke seluruh dunia.

Bagi dia, kekerasan tidaklah mencerminkan Islam.

"Banyak yang justru merusak nama Islam dengan fundamentalisme, radikalisme, ekstrimisme dan terorisme. Hal itu harus kita atasi bersama," tukasnya. (AY)

.

Categories:Internasional,