Geledah Kantor Kemendag, Eh... Malah Temukan Ganja

Geledah Kantor Kemendag, Eh... Malah Temukan Ganja

Foto: Mei Amelia

Jakarta - Maksudnya penggeledahan yang dilakukan di Kantor Kementerian Perdagangan untuk menemukan hal-hal yang berkaitan dengan kasus waktu bongkar muat barang (dwelling time) di Pelabuhan Tanjung Priok, tetapi petugas Polda Metro Jaya menemukan daun ganja kering di salah satu ruang Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag.
 
Menurut Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Krishna Murti, penemuan ganja kering itu tidak terkait dengan kasus yang sedang ditangani Polda Metro Jaya, yakni dwelling time. "Ditemukan daun ganja kering, tapi tidak ada kaitannya dengan kasus yang ditangani. Saat ini barang bukti sudah diserahkan ke Direktorat Reserse Narkoba," kata Krishna, Rabu (29/7/2015).
 
Krishna mengatakan, petugas menemukan ganja di meja salah satu pegawai Dirjen Perdagangan Luar Negeri berinisial B. Ganja kering itu dibungkus kertas dalam kotak rokok. Untuk itu, Ditresnarkoba akan menindaklanjuti penemuan narkoba itu.
 
Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian mengatakan, penggeledahan yang dilakukan pihaknya di kemendag berkaitan dengan kasus waktu bongkar muat barang dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok. "Kita berkesimpulan ada tindak pidana yaitu penyuapan, gratifikasi, dan pemerasan. Karena masalah perizinan," kata Tito.
 
Tito menceritakan, proses dwelling time di Singapura hanya berlangsung satu hari, dan di Malaysia dua hari, sedangkan di Indonesia proses itu bisa memakan waktu lima hari lebih. "Nah, ini akan berdampak pada perekonomian Indonesia dan kelangkaan barang," ujarnya.
 
Dia menilai, ada permasalahan sistem yang terjadi pada proses bongkar muat barang di Pelabuhan Tanjung Priok. Oleh karenanya, dia mendapat instruksi dari Jokowi untuk mencari tahu akar permasalahan yang terjadi. "Nah ini kita liat ada oknum internal dan eksternal yang menjadi calo. Harusnya pengusaha mengurus di satu pintu selesai, ini enggak melalui calo luar dan bekerja sama dengan calo di dalam," tegasnya.
 
Diaku, dirrinya sudah melakukan koordinasi dengan Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Ajun Komisaris Besar Hengki Haryadi. Untuk itu akhirnya dibentuk tim gabungan dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus dan Umum. "Dari tim gabungan berkesimpulan ada permasalahan sistem di sana," ujarnya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,