Kekhawatiran Konsumen atas Ekonomi RI Meningkat

Kekhawatiran Konsumen atas Ekonomi RI Meningkat

Jakarta - Terus melambatnya perekonomian Indonesia menyebabkan konsumen cemas. Tercermin dari tingkat kekhawatiran konsumen Indonesia terhadap keadaan ekonomi dalam negeri semakin meningkat.
 
Nielsen Holdings N.V dalam Nielsen Global Survey of Consumer Confidence and Spending Intentions menyatakan, pada kuartal II tingkat kekhawatiran konsumen Indonesia terhadap keadaan ekonomi meningkat menjadi 37 persen. Sebelumnya kuartal pertama tingkat kekhawatiran berada di level 33 pesen.
 
"Perekonomian masih jadi konsentrasi masyarakat Indonesia, hasil kuartal I (pertumbuhan ekonomi melambat menjadi 4,7 persen) pengaruh ke prospek lapangan pekerjaan," kata Managing Director Nielsen Indonesia Agus Nurudin di Mayapada Tower, Rabu (29/7/2015).
 
Disebutkan, optimisme konsumen Indonesia terhadap prospek lapangan kerja menurun 6 persen. padahal, sebelumnya pada kuartal I 2015 74 persen menjadi 68 persen pada kuartal II 2015.
 
Pada sisi lain, kekhawatiran akan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan juga sedikit meningkat dari 16 persen pada kuartal I 2015 menjadi 17 persen pada kuartal II 2015. "Bahkan kekhawatiran masalah kesehatan juga naik dari 14 persen di kuartal I 2015 menjadi 17 persen di kuartal II 2015," katanya.
 
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, masyarakat perkotaan lebih bahagia dibandingkan dengan pedesaan. Ini dibuktikan dari survei yang dilakukan BPS kepada 70.631 responden di Indonesia.
 
Menurut Kepala BPS Suryamin, indeks kebahagiaan Indonesia wilayah perkotaan pada 2014 sebesar 69,62. Angka itu naik dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 65,92."Berdasarkan survei orang perkotaan lebih bahagia dibandingkan pedesaan," katanya.
 
Sementara itu, indeks kebahagiaan orang pedesaan juga meningkat pada tahun 2014 sebesar 66,95 dibandingkan 2013 yang hanya sebesar 64,32. "Yang pedesaan juga sebenarnya meningkat, tapi tetap lebih bahagia yang masyarakat perkotaan," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Ekonomi,
Tags:,