Kain Tenun Bali Kian Digemari Wisatawan Asing

Kain Tenun Bali Kian Digemari Wisatawan Asing

Kain Tenun Bali .

Denpasar Perolehan devisa dari perdagangan luar negeri khususnya kain tenun dan aneka tekstil lainnya hasil sentuhan tangan-tangan terampil perajin Bali, setiap bulannya meningkat hingga mencapai 6,9 juta dolar AS selama Januari-April 2015.
 
"Kain tenun buatan tangan-tangan halus wanita Bali, seperti kain songket, kain tenun sutra dan kain tenun ikat semakin dilirik wisatawan, sehingga perolehan devisa terus meningkat," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali Dewi Setyowati, di Denpasar, Kamis (30/7/2015).
 
Berdasarkan laporan kajian ekonomi regional Bali hingga April 2015 disebutkan, perdagangan ekspor kain tenunan itu selama Januari 2015 hanya 1,2 juta dolar AS, Februari 1,4 juta dolar AS, Maret 2 juta dolar AS dan April naik lagi menjadi 2,2 juta dolar AS, sehingga seluruhnya mencapai 6,9 juta dolar AS.
 
Pemerintah berupaya memasarkan kain tenunan Bali ke pasar ekspor dengan mengirim perajin maupun eksportir, untuk mengikuti pameran dagang ke mancanegara seperti ke Jepang dan Tiongkok, dengan harapan semakin mendapat perhatian konsumen mancanegara.
 
Dia mengatakan, kain tenun Bali awalnya hanya digunakan orang tua dan kalangan bangsawan. Sekarang dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat yang meningkat,  hampir sebagian besar masyarakat bisa mengenakan, baik untuk ritual besar maupun sembahyang ke pura.
 
Selain gencar memasarkan kain tenunan ke mancanegara, Bali juga berupaya mengangkat citra kain tenunan ikat, dengan meminta agar pegawai instansi pemerintah daerah setempat menggunakan sebagai seragam.
 
Masyarakat juga menggunakan kain tenun sebagai udeng (ikat kepala bagi pria). Turis asing yang menyaksikan orang Bali mengenakan pakaian daerah dengan kain tenunan, mereka tertarik untuk memilikinya.
 
Dengan demikian, kain tenun buatan Bali selain banyak memasuki pasar ekspor, terutama ke Eropa, Jepang dan Amerika Serikat, juga dibeli wisatawan mancanegara yang sedang menikmati liburan di Pulau Dewata. (Jr.)**
.

Categories:Fesyen,
Tags:fesyen,