Batasi Jam Hiburan Malam Tekan Peredaran Narkoba

Batasi Jam Hiburan Malam Tekan Peredaran Narkoba

Kapolda Jabar, Irjen Pol. M. Iriawan. (Foto : ADE)

Bandung – Kapolda Jabar Irjen Pol. M. Iriawan mengakui, pemberlakuan jam operasional hiburan malam telah berhasil menekan peredaran narkoba, minuman keras, dan prostitusi. Meski ditentang oleh para pekerja dan pengusaha hiburan malam, kebijakan untuk membatasi waktu operasional harus tutup pukul 12.00 malam atau pukul 00.00, terbukti bisa mengurangi gangguan keamanan dan ketertiban di Jawa Barat.

Kapolda Jabar, Irjen Pol. M. Iriawan menegaskan, selama ini banyak masukan dari berbagai elemen masyarakat yang menginginkan bahwa pembatasan jam operasional hiburan malam itu diberlakukan.

“Saya kira pembatasan jam operasional hiburan malam yang sudah ditegakkan adalah kebijakan yang baik, guna keamanan dan stabilitas di Jawa Barat. Pembatasan itu merupakan keputusan tepat, terbukti bisa menekan peredaran minuman keras, narkoba, dan prostitusi,” tegas Irjen Pol. M. Iriawan saat ditemui di acara Hari Sumpah Pemuda di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (28/10/2014).

Meski didemo oleh berbagai pihak seperti para pengusaha dan pekerja hiburan malam, Kapolda Jabar menilai aturan itu sudah bagus guna menjaga keamanan, ketertiban masyarakat.

“Aturan ini sudah bagus, dan harus dipertahankan guna menjaga agar kamtibmas di Jabar tetap kondusif. Namun kami masih terbuka untuk melakukan audiensi dengan pihak yang merasa dirugikan. Tetapi kebijakan ini memang sudah cukup bagus,” tambahnya.

Beberapa hari lalu, puluhan orang dari perhimpunan pekerja hiburan malam sempat mendatangi gedung DPRD Kota Bandung dan DPRD  Jabar. Mereka menuntut pembatasan jam operasional hiburan malam dicabut. Mereka menginginkan hiburan malam bisa beroperasi seperti sebelum ada peraturan itu, atau hinggaa pukul 03.00 pagi. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,