Polisi Usut Sindikat Penipu Ratusan CPNS

Polisi Usut Sindikat Penipu Ratusan CPNS

Bandung - Aksi sindikat penipuan ratusan calon pegawai negeri Sipil (CPNS), yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat, hingga saat ini masih terus ditelusuri oleh pihak kepolisian.

Diketahui aksi penipuan yang dilakukan oleh tiga tersangka, dua di antaranya tercatat sebagai oknum PNS aktif ini telah berjalan selama 1 tahun. Miliaran rupiah pun berhasil mereka raup dalam kasus ini.

Hal tersebut diungkapkan Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, Mokhad Ngajib di Mapolrestabes, Jalan Jawa Kota Bandung Jumat (31/7/2015)

"Kami masih menelusuri aliran uang yang diperoleh para tersangka dari ratusan korbannya," ungkapnya.

Dirinya menjelaskan, ketiga tersangka AS (50), AM (48) dan DU (43), tidak menutup kemungkinan dijerat Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Menurut Ngajib, jumlah korban sedikitnya ada 410 orang yang mayoritas berprofesi sebagai guru dan perawat honorer. Mereka berharap dengan membayar ratusan juta status kerjanya meningkat menjadi PNS.

Pelaku mengelabui korban dengan Surat Keputusan (SK) pengangkatan PNS yang ditugaskan di Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Kantor Wilayah III Jabar. Tiap korban menyetor uang mulai Rp 80 juta hingga Rp 130 juta secara bertahap kepada pelaku sebagai syarat mendapatkan SK. Namun SK tersebut tak kunjung datang, sehingga mengakibatkan kerugian materi dialami 410 korban penipuan ini diperikirakan mencapai Rp 4 miliar.

"Jumlah korban dan kerugian bisa saja terus bertambah,"bebernya.

Motif ketiga pelaku menurut Ngajib, hinga saat ini hanya sekadar cari untung namun pihak kepolisian masih melakukan interogasi secara lebih mendalam.

"Mereka mengaku karena hanya ingin mencari keuntungan saja. Ada atau tidak pelaku lainnya, kami sedang selidiki," pungkasnya.

Menurut informasi yang dihimpun wartawan, ketiga tersangka diganjar Pasal 372 dan 378 KUHPidana tentang Penipuan dan Penggelapan, serta Pasal 263 KUHPidana tentang Pemalsuan Dokumen dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:,