Alhamdulillah Hujan Guyur Kota Bandung

Alhamdulillah Hujan Guyur Kota Bandung

Bandung - Setelah sempat dilanda hujan rintik-rintik di seputaran pusat Kota Bandung, Kamis (30/7/2015), hari ini, Jumat (31/7/2015), Kota Kembang kembali diguyur hujan menjelang magrib. 

 
Curah hujan yang mengguyur Kota Bandung cukup lama, sehingga membuat jalan-jalan basah dan debu tak lagi beterbangan. Tentu saja kondisi ini disambut sumringah dan rasa syukur oleh warga Kota Bandung.
 
"Alhamdulillah, akhirnya hujan yang ditunggu-tunggu warga Kota Bandung akhirnya turun juga. Ini pastinya ada pengaruh dari salat istisqa yang sudah dilaksanakan di sejumlah tempat di wilayah Kota Bandung," kata Tisna (44).
 
Seperti diketahui, salat istisqa dilaksanakan di pelataran halaman depan Gedung Sate Bandung, beberapa waktu lalu. Usai pelaksanaan salat istisqa, sejumlah wilayah di Jawa Barat sempat diguyur hujan dengan intensitas kecil hingga sedang.
 
Bahkan, Gubernur Jawa Barat dalam status di facebooknya sempat menulis, "Puji beribu syukur kepada Allah SWT, sebab setelah pelaksanaan salat istisqa tersebut, pada Jumat sore (24/7/2015), hujan mengguyur sejumlah wilayah di Jawa Barat. “Alhamdulillah beberapa daerah seperti Bandung, Cimahi, KBB (Kabupaten Bandung Barat) tadi sore sudah mulai hujan...
 
Salat istisqa juga dilaksanakan di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, yang dipusatkan di Lapangan Upakarti Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung, Jln. Al Fathu, Soreang, Kamis (30/7/2015).

Pelaksanaan saalat yang digelar pada pukul 09.00 WIB itu diikuti sedikitnya 1.000 jemaah dari berbagai kalangan. Baik dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup Pemkab Bandung, pelajar, ormas, calon jemaah haji dan masyarakat sekitar.

 Di Cimahi, umat muslim memadati lapangan Alun-alun Kota Cimahi, Jumat, untuk menggelar sholat istisqo meminta diturunkan hujan untuk mengatasi kekeringan pada musim kemarau.

Salat berjamaah tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Cimahi Sudiarto dan sejumlah pejabat birokrasi Pemerintah Kota Cimahi yang dipimpin oleh Imam KH. Enjang Nasrullah dan khatib Ketua MUI Kota Cimahi Hafidz Suyuti.

Sudiarto mengatakan, sholat istisqo bukan hanya upaya memohon kepada Allah untuk segera diturunkan hujan, melainkan dapat menjadi kesempatan untuk memohon ampunan dari segala dosa.

"Tidak ada salahnya kita meminta ampun atas dosa-dosa agar segera turun hujan, karena kekeringan ini secara langsung dampaknya ada dan terasa," katanya.

Ia mengungkapkan, musim kemarau yang menyebabkan kekeringan d Kota Cimahi dilaporkan hanya terjadi di Cimahi Selatan.

Pihaknya telah berupaya mengatasi dampak kemarau di Kota Cimahi agar tidak terus meluas dengan memenuhi kebutuhan air di daerah yang dilanda kekeringan.

"Kami juga mengimbau warga untuk melaporkan apabila ada permasalahan, bukan hanya kekeringan air saja, tapi masalah lainnya, koordinasi dengan RT, RW dan kelurahan setempat," katanya.

Khatib Shalat Istisqo, KH Hafidz menyampaikan kepada para jamaah agar mengingat segala dosa kemudian bertaubat memohon ampunan Allah SWT.

Menurut dia, panas matahari pada musim kemarau merupakan percikan api neraka, untuk itu memohon agar dihindarkan dari panasnya api neraka.

"Panasnya terik matahari di dunia ini lebih dari neraka jahanam, disana semuanya terbuat dari api. Sungguh manusia tidak akan kuat merasakannya," kata Hafidz.

Ia menambahkan, umat muslim yang bertaubat dan bertaqwa tidak akan disengsarakan oleh Allah di dunia dan akhirat.

"Kita harus yakin, bilamana memperbanyak istigfar maka Allah akan menurunkan rezeki dan kesuburan, jangan ragu, petunjuk ini (sholat istisqo) dari Allah," katanya.  (AY)
.

Categories:Bandung,
Tags:,