Bonus Demografi Bukan Hanya Dibahas tapi Dipersiapkan

Bonus Demografi Bukan Hanya Dibahas tapi Dipersiapkan

Tangerang - Indonesia saat ini memiliki jumlah penduduk usia produktif yang cukup banyak dan menjadi bonus demografi (penduduk). Namun bonus demografi itu akan menjadi sia-sia jika tidak dimanfaatkan dan dipersiapkan dengan baik sejak sekarang ini.  

Apabila dua tahun mendatang Indonesia masih membicarakan bonus demografi, dan lima tahun lagi masih juga membicarakan hal yang sama, jangan harap hal itu akan menjadi bonus. Bahkan, sebaliknya bonus itu akan menjadi sia-sia, bahkan bisa menjadi bumerang bagi perkembangan Indonesia sendiri. 

Presiden Jokowi pun turut melansir soal bonus demografi 
saat membuka acara puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-22 di Lapangan Sunburst, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (1/8/2015) sedikit mengupas mengenai bonus demografi itu.
 
Pertanyaannya, mampukah pemerintah mempersiapkan segala sesuatunya yang berkaitan dengan bonus demografi tersebut secara baik? Sulit memang untuk menjawabnya, mengingat kondisi negara baik di bidang ekonomi, keamanan dsb, seakan saling berlomba mengedepankan persoalan. 
 
Intinya, bagi pemerintah jangankan membicarakan persoalan 10 atau 20 tahun ke depan,  berbagai persoalan yang muncul saat ini bahkan saat-saat sebelumnya juga masih banyak yangt belum terpecahkan. Bahkan, persoalannya kian  berkembang dan meluas, sehingga sangat berpengaruh terhadap unsur-unsur kehidupan masyarakat umumnya.
 
Jokowi sendiri menyebutkan, Indonesia akan menghadapi bonus demografi dalam lima hingga 15 tahun ke depan. Lonjakan itu akan menjadi tantangan buat keluarga di Indonesia. "Kita perlu menyadari, tantangan dan tanggung jawab yang dihadapi keluarga Indonesia semakin besar dan berat. Dalam isu kependudukan, Indonesia diprediksi mendapatkan bonus demografi pada 2020-2030," katanya.

Bonus demografi adalah fenomena meningkatnya jumlah usia produktif sehingga penduduk Indonesia akan didominasi oleh usia produktif. Di mana penduduk dengan umur produktif jumlahnya sangat besar, sementara usia muda dan lanjut tidak banyak.

Pemerintah Indonesia memprediksi, jumlah penduduk usia produktif atau dapat disebut usia angkatan kerja mendominasi hingga 70 persen. Sedangkan 30 persen merupakan penduduk usia muda dan lanjut usia. Jumlah usia angkatan kerja mencapai 70 persen. Sedangkan sisanya 30 persen adalah penduduk di bawah usia 15 tahun dan di atas 65 tahun. (Jr.)**
.

Categories:Ekonomi,
Tags:,