Film "99 % Muhrim Get Married", Komedi Reliji Situasi yang Menggelitik

Film

Film "99 % Muhrim Get Married", Komedi Reliji Situasi yang Menggelitik.

Bandung- Film bertema religi belakangan sedang in. Menjongsong Lebaran Idul Fitri baru lalu, penonton Indonesia disuguhi tontonan dua film religi. Masing-masing "Surga Yang Tak Dirindukan" dan "Mencari Hilal". Meski film "Mencari Hilal" produsernya Hanung Bramantyo mengatakan bahwa film ini bukan film reliji, tetapi dari judulnya saja sudah sarat mengindikasikan kalau film ini soal reliji. 
 
 
Sampai hari ini, penonton masih mau berbondong-bondong ke bioskop untuk menonton film reliji. Karen itu  Starvision melanjutkannya dengan melepas film "99 % Muhrim Get Married5" sejak tanggal 30 Juli serentak di bioskop Indonesia. Sementara ada beberapa film reliji sudah ditarik peredarannya. 
 
"99 % Muhrim" adalah karya Fajar Bustomi. Dia memasang pemain-pemain mayoritas bintang utama Get Married sehingga lebih pantas kalau film ini kelanjutan dari Get Married sebelum-sebelumnya. Ada bintang pemeran utama wanita memasang Nirina Zubir dan pemeran Rendy dimainkan oleh Nino Fernandez).  
 
 
Ceritanya mengisahkan Mae (Nirina Zubir) dan Rendy (Nino Fernandez)tambah mapan, gaya hidupnya semakin tinggi, bahkan Rendy ditawari untuk pindah ke Amerika. Tidak ada yang kurang dalam hidup Mae, suami gantengdan sukses yang sangat mencintainya, anak-anak yang lucu dan pintar, jugakekayaan. Namun saat dinner merayakan wedding anniversary, mobil Pak dan Bu Mardi (Jaja Mihardja – Meriam Bellina) yang dititipin anak-anak Mae,Hanung (Farras Fatik), Mark (Steven Craig), dan Oprah (Hadijah Shahab)dibegal! Kondisi Bu Mardi genting. 
 
Mae shockhari yang perfect dalam sekejap berubah total! Mae melihat anak-anaknya berdoa. Panik Mae mencari buku do’a di mobil hasil melayat. Untungnya Bu Mardi siuman, dan bilang ia yakin berhasil siuman karena do’a Mae dan anak-anaknya. Mae pun nangis, ia sadar ada yang belum ia miliki,yaitu Iman!
 
Di tengah kegalauan Mae, Sophie (Anggika Borsterli) yang sudah kawin gantung mulai berpikir dua kali untuk mengesahkan perkawinannya dengan Jali (Ricky Harun) yang posesif, malah berusaha kabur dari Jali dengan masuk ke pesantren kilat. Tidak disangka-sangka, di pesantren Sophie mendapat hidayah, bahkan mengubah penampilannya yang biasa sexy menjadi syarii.Mae kaget, Sophie kok lebih berani buat keputusan, bahkan menjual barang-barang mewahnya di garage sale bersama Eman (Amink) untuk santunan.
 
Perubahan Sophie dan Mae yang mengacu ke agama, bukannya membuat orang-orang di sekitar mereka senang, tapi justru panik! Mami Rendy (Ira Wibowo) takut Sophie terpengaruh kalangan ekstrimis seperti Si Jubah Hitam (Kemal Palevi). Mae terlibat perdebatan tanpa henti dengan Rendy. Rendy akhirnya mengajak Mae ikut pengajian, tapi ternyata di tempat pengajian Pak Bambang  (Pandji Pragiwaksono) Rendy asyik ngelobby. Mae malah berkenalan dengan ustad ganteng, Muchtar (Fathir Muchtar).
 
Bu Mardi menyarankan untuk mengubah Rendy yang Islam KTP harus mulai dari diri Mae sendiriMae menggunakan anak-anak buat ngajakin Rendy salat jamaah, tapi Rendy malah main game! Perang dingin Mae dengan Rendy berlanjut! Rendy diam-diam ambil buku bacaan salat Mae. Di kantor, Rendy masuk ke musholla karyawan. Anak buanya (Dimas Danang dan Imam Darto) menyangka kantor mau bangkrut, atau Rendy mau bercerai hingga jadi religius!
 
Film ini tampaknya juga masih menyodorkan tema religi. Digarap cukup apik oleh Fajar Bustomo dengan permainan kuat dari Nirina Zubir. Misalnya bagaimana emosinya dipertaruhkan setelah melewati berbagai cobaan perkawinannya bersama Rendy.  Mulai dari masa belum bisa punya anak, kecemburuan, baby blues, bahkan sampai puber kedua. Mae ditantang bagaimana  ikatan perkawinan yang paling hakiki itu mampu digiring ke arah yang diinginkan, lebih baik.
 
Di sini memang Mae ditantang apakah dia  sanggup mengatasi cobaan terbesar dalam hidupnya, yakni meraih kebahagiaan di dunia lewatperkawinan? Di sisi berbeda juga diangkat  hubungan Sophie dan Jali yang selama ini sudah kawin gantung diperlihatkan bagaimana Jali berjuang apakah dia mendapatkan apa yang didambakan? Sebagai perpaduan antara film reliji dan kemedi situasi, film ini direkomendasi cukup menghibur. Permainan akting kuat dari bintang-bintangnya dijamin membuat kita tak monoton menyaksikan film ini. Karena ditunjang dengan kamera yang bagus, serta jalinan cerita yang cukup mengalir. (Ode)**
.

Categories:Film,
Tags:film,