Pekan ASI Sedunia Ratusan Ibu Kolombia Menyusui Massal

Pekan ASI Sedunia Ratusan Ibu Kolombia Menyusui Massal

Bogota - Pekan air susu ibu (ASI) Sedunia yang berlangsung setiap tanggal 1-7 Agustus, disambut oleh ratusan ibu dengan menyusui bayinya secara massal di Kolombia. Kampanye tahunan itu diadakan untuk menyoroti masyarakat pentingnya ASI, sekaligus mencegah atau menghilangkan perasaan tidak nyaman saat menyusui anak di depan umum.
 
Seperti diberitakan laman Mirror, untuk tahun ini kampanye yang diadakan berfokus pada kaum ibu menyusui di tempat kerja. Dalam aksi global, para perempuan bekerja cenderung meninggalkan anak-anak mereka yang masih membutuhkan ASI.
 
Sementara tempat menyusui di tempat kerja belum banyak yang disediakan oleh manajemen perusahaan. Hal itu jelas membuat tidak nyamannya para pekerja wanita yang memiliki bayi. Terdapat beberapa poin yang ditekankan pada pekan ASI tahun ini.
 
Antara lain, aksi global bersama untuk mendukung perempuan menyusui meskipun mereka bekerja, baik di sektor formal, non-formal, atau di rumah. Kemudian ratifikasi dan implementasi undang-undang perlindungan kehamilan dan menyusui dalam peraturan pemerintah, serta pencantuman indikator sasaran menyusui.
 
Sebelumnya, dalam Archives of Disease in Childhood, Dr. Richard Martin dan tim dari University of Bristol, Inggris, dalam sebuah penelitiannya menyebutkan, banyak sekali manfaat kesehatan dari pemberian ASI, antara lain meningkatkan kecerdasan dan mengurangi risiko akibat masalah psikiatri.
 
Peneliti melakukan pengkajian terhadap 1.414 perempuan dan laki-laki, yang pernah berpartisipasi dalam riset mengenai diet dan kesehatan di masa Perang Dunia II dan telah dipantau selama 60 tahun. Strata sosial di masa kecil ditentukan berdasarkan pekerjaan kepala keluarga saat itu. Di masa dewasa, strata sosial mereka ditentukan berdasarkan pekerjaan mereka sendiri.
 
Ia pun menetapkan strata sosial dalam beberapa kategori, yaitu I/II profesional dan manajer; III terampil; IV sedikit terampil, tidak terampil, lain-lain, dan pengangguran. Hasil penelitian menunjukkan, 70 persen partisipan memperoleh ASI semasa bayi. Sekitar 58 persen dari mereka yang diberi ASI mengalami peningkatan kehidupan sosial selama masa pemantauan lanjut. Sementara yang tidak mendapat ASI, hanya 50 persen yang mengalami peningkatan kehidupan sosial.

Dari seluruh partisipan yang mengalami peningkatan sosial, 74 persen mereka yang mendapatkan ASI ketika bayi. Individu yang mendapatkan ASI cenderung lebih mudah berkompetisi saat di sekolah menengah. Hal itulah yang merupakan faktor yang turut berperan dalam meningkatkan kehidupan sosial mereka di masa dewasa. 

"Relevansi hasil penelitian pada anak masa kini, yakni pemberian ASI semakin terlihat manfaatnya. Selain untuk pertumbuhan, kesehatan, atau IQ, dalam jangka panjang dapat meningkatkan strata kehidupan sosial seseorang," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,