Kemarau Petani Gagal Panen Harga Sayuran Naik

Kemarau Petani Gagal Panen Harga Sayuran Naik

Musim kemarau pengaruhi kenaikan harga sayur. (Foto : ADE/CikalNews).

Bandung – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung, Elly Wasliah menegaskan di saat terjadinya musim kemarau panjang dan gelombang Elnino, banyak para petani yang mengalami kekeringan dan gagal panen, inilah yang menyebabkan kenapa beberapa komoditas sayuran harganya mulai naik.

Menurut Elly Wasliah, harga sayuran saat musim kemarai memang sedikit mengalami kenaikan, namun hal tersebut tidak signifikan karena kenaikannya tidak besar.

“Kenaikan masih taraf wajar, dan pasokan juga masih normal. Sayur-mayur yang ada dipasaran Kota Bandung kebanyak masik di suplei dari para petani di Kabupaten Garut,” kata Elly Wasliah di Plaza Balaikota, Jl. Wastukencana, Kota Bandung, Senin (3/8/2015).

Sedangkan kata pedagang sayur-mayur di Pasar Cicadas Bandung, Wawan, harga sayur mayur masih stabil karena tidak ada kenaikan yang cukup tinggi.

“Harga dan pasokan masih aman, seperti halnya kentang perkilogramnya masih di harga Rp. 11.000,-, begitu juga dengan jagung harga masih dikisaran Rp. 8.000,-/Kg, kalau ada kenaikan juga paling masih dikisaran Rp. 1.000,- hingga Rp. 2.000,-/Kg,” terangnya.

Untuk menjaga kebutuhan pasokan sayuran bagi warga Kota Bandung, Distan KP telah sukses mencanangkan Kampung Berkebun, dengan program ini semua masyarakat Kota Bandung bisa memanfaatkan halaman untuk bercocok tanam menaman berbagai jenis sayuran.

“Sayuran seperti kangkung atau sejenisnya sudah bisa ditanam sendiri di program ini, jadi kita bisa sedikit membantu pasokan sayur untuk masyarakat,” tandasnya.(Ode)**

.

Categories:Ekonomi,
Tags:ekonomi,