Buntut SKTM Bodong, Kadisdik Kota Bandung Diperiksa Polisi

Buntut SKTM Bodong, Kadisdik Kota Bandung Diperiksa Polisi

Bandung - Buntut beredarnya Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) bodong yang digunakan sebagai persyaratan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur afirmasi (yang tidak mampu) di Kota Bandung, pihak Kepolisian memeriksa Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Elih Sudiapermana, Selasa (4/8/2015).

Pemeriksaan dilakukan pihak kepolisian dengan menghabiskan waktu 4 jam terhadap Kadisdik Kota Bandung,  yang berkapasitas sebagai saksi dalam kasus SKTM bodong ini.

Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP M Ngajib mengatakan, polisi selama ini telah memeriksa 20 saksi terkait SKTM yang menjadi landasan dalam penetapan Jalur PPDB.

"Kita saat ini masih dalam proses penyelidikan dan pendalaman saksi-saksi yang nantinya akan kita simpulkan," ungkapnya kepada wartawan di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa Selasa petang.

Dia menjelaskan, pihaknya telah menemukan 12 SKTM yang terindikasi palsu dari 6 sekolah SMP dan SMA di Kota Bandung.

Selain itu, menurut Ngajib pihaknya pun telah memeriksa dan menyita puluhan SKTM dari RT, RW dan kelurahan serta sekolah di Kota Bandung.

"Kita sudah menyita 42 SKTM dari beberapa RT, RW dan kelurahan serta sekolah semuanya masih dalam tahap pemeriksaan," paparnya.

Saat ditanya mengenai pelaku pembuatan SKTM bodong ini, dirinya mengatakan, belum bisa menyebutkan, pasalnya proses penyelidikan masih berlanjut.

"Belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka, karena belum mengerucut ke arah tersangka," pungkasnya. (AY)

.

Categories:Pendidikan,
Tags:,