Dua Pemuda Tewas Terseret Truk Tronton

Dua Pemuda Tewas Terseret Truk Tronton

Cianjur - Dua orang pemuda tanpa identitas tewas mengenaskan setelah sepeda motor yang mereka tumpangi dihantam truk tronton di Jalan Lingkar Timur Cianjur, Kamis (6/8/2015).

Peristiwa tersebut berawal ketika truk tronton dengan tujuan Bandung, melintas di Jalan Lingkar Timur, mengarah ke Rawabango, dengan kecepatan tinggi, berusaha menyusul sepeda motor yang ada di depannya.

Usai menyusul pengemudi tidak langsung kembali kejalurnya karena ketika itu, suasana arus lalulintas sepi.

"Pengakuan supir ketika itu, tidak ada kendaraan dari arah berlawanan, sehingga dia tidak langsung kembali ke jalurnya. Namun tiba-tiba dari arah Rawabango, muncul sepeda motor merk Yamaha RX King bernopol B 3989 NEJ, dengan kecepatan tinggi tanpa lampu depan," kata Kanit Laka Lantas Polres Cianjur, Iptu Tenda, di Cianjur, Kamis.

Mendapati hal tersebut supir truk, Awan Biru (40) warga Kampung Cingere, Desa Cibayu, Kecamatan Kadipaten, Tasikmalaya, berusaha menghindari tabrakan. Namun jarak yang begitu dekat dengan kecepatan yang sama-sama tinggi, membuat tabrakan tidak dapat dihindari.

Truk langsung menghantam sepeda motor dan sempat menyeret sepeda motor beserta kedua penumpangnya, hingga beberapa meter. Bahkan kedua penumpang sempat terlindas truk yang akhirnya berhenti dibagian kiri jalan.

Petugas yang mendapat laporan langsung menuju TKP dan langsung melarikan kedua korban ke Instalasi Pemulasaran Jenazah (IPJ) RSUD Cianjur.

Sebelumnya ungkap Tenda, pihaknya belum menemukan identitas kedua korban karena dipakaian korban tidak ditemukan selembarpun identitas.

Namun setelah disebarkan poto keduanya ke sejumlah wilayah, baru diketahui korban diketahui bermana Acep Nurdin (23) dan Konkon Mulyana (16) warga Kampung Ciangsana Talun, Desa Ciharasas, Kecamatan Cilaku, Cianjur.

"Setelah itu baru kami beri tahu pihak keluarga dan langsung mengambil jenasahnya untuk dikebumikan. Kedua korban ini merupakan kakak beradik," katanya.

Sedangkan atas peristiwa tersebut, pihaknya menetapkan sang sopir truk tronton sebagai tersangka karena memakan habis jalur berlawanan ketika menyalip sepeda motor yang ada di depannya.

Pasal yang dikenakan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu-lintas dan Angkutan Umum pasal 310 ayat 4 dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun dan denda sebesar Rp6 juta.

Pihaknya mengimbau, pada pengguna jalan agar selalu mematuhi peraturan dan kelengkapan kendaraan seperti lampu dan helm SNI karena kecelakaan lalu-lintas selalu diawali karena adanya pelanggaran. (AY)

.

Categories:Daerah,
Tags:,