Bank BJB Andalkan Kredit Konsumer

Bank BJB Andalkan Kredit Konsumer

Bandung - Bank BJB masih mengandalkan kredit konsumer sebagai tulang punggung yang terus dipertahankan sebagai pasar unggulan bisnisnya.

"Pertumbuhan kredit konsumer terus meningkat mencapai 14,8 persen dibandingkan periode yang sama 2014 dan itu mendukung pertumbuhan keseluruhan portofolio kredit perseroan," kata Direktur Utama Bank BJB Ahmad Irfan di Bandung, Kamis (6/8/2015).

Sesuai catatan kinerja triwulan II/2015, bank yang berkantor pusat di Jalan Naripan Kota Bandung itu menyalurkan total kredit sebesar Rp52,2 triliun yang mana komposisi kredit konsumer masih mendominasi hingga mencapai 69 persen dari total kredit.

Secara komposisi, kredit komersial memiliki porsi sebesar 14,54 persen atau senilai Rp7,59 triliun, kredit pemilikan rumah (KPR) sebesar 8,62 persen senilai Rp 4,50 triliun dan kredit mikro sebesar 7,53 persen atau senilai Rp3,92 triliun.

Pertumbuhan kredit secara konsolidasi perseroan mencapai 11 persen atau berada di atas pertumbuhan kredit perbankan yang hanya tumbuh 10,5 persen. Hal sama dalam penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), emiten berkode saham BJB ini mampu membukukan Rp82,7 triliun atau naik 32,4 persen, sehingga turut berkontribusi terhadap total aset perseroan.

"Selama ini bisnis perseroan berjalan dengan baik, fungsi perbankan sebagai lembaga intermediasi pun dilaksanakan dengan baik," kata Ahmad Irfan.

Lebih lanjut ia menyebutkan, hingga 30 Juni 2015 , total aset BJB mengalami kenaikan sebesar 22,1 persen (year on year/yoy) hingga mencapai Rp95,9 triliun. Seiring dengan itu, perseroan pun mencatatkan kenaikan laba bersih mencapai 21,8 persen (yoy) dengan nilai sebesar Rp582 miliar.

"Faktor utama yang menjadi penyumbang laba bersih bank BJB berasal dari pendapatan bunga bersih yang tumbuh sebesar 10 persen selain itu juga [adanya] credit recovery program yang berhasil menurunkan NPL menjadi sebesar 3,6 persen," katanya.

Kemampuan bank bjb dalam meningkatkan profitabilitas juga tidak terlepas dari pengelolaan biaya operasional yang sehat serta kenaikan "fee based income" yang tumbuh sebesar 29,3 persen.

"Kendati pertumbuhan ekonomi melambat, kami senantiasa berupaya menciptakan pertumbuhan profit yang tinggi dan berkelanjutan," kata Irfan.

Ia menambahkan strategi dan kebijakan Bank BJB tahun 2015 tetap fokus memperkuat pondasi, khususnya yang berkaitan dengan infrastruktur IT serta SDM dalam rangka menunjang ekspansi bisnis di tahun-tahun mendatang.

Selain itu juga fokus meningkatkan kualitas layanan dengan peningkatan e-banking serta meningkatkan "cross selling" dan "integrated marketing" guna meningkatkan "market share" DPK. (AY)

.

Categories:Perbankan,
Tags:,