21 Juta Anak Indonesia Mengalami Tindak Kekerasan

21 Juta Anak Indonesia Mengalami Tindak Kekerasan

Ilustrasi Foto - Net

Malang -  Indonesia dalam kondisi darurat kejahatan seksual, di mana sekitar 21 juta anak Indonesia mengalami kekerasan, dan lebih dari separuhnya adalah kekerasan kejahatan seksual.
 
"Sekitar 58 persen di antaranya korban kejahatan seksual," kata Ketua Komisi Nasional Perlidungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait di Batu, Malang, Jawa Timur, Kamis (6/8/2015).
 
Data yang dihimpun Komnas PA menyebutkan, pelaku kekerasan dan kejahatan seksual merupakan orang terdekat di lingkungannya. Orangtua dan keluarga harus bisa memberikan perlindungan kepada anak-anak, salah satunya dengan menciptakan rumah dan lingkungan yang ramah anak.
 
Sementara aparat penegak hukum dinilai belum berpihak kepada anak. Hukum yang ditegakkan belum memberikan rasa keadilan kepada para korban kekerasan anak. Gerakan perlindungan terhadap anak harus dimulai sejak dini untuk mencegah dan memutus mata rantai kekerasan kepada anak.
 
Untuk itu, kongres Anak menjadi momentum penting untuk menghentikan kekerasan. Di kongres itu terdapat 280 anak sebagai peserta yang berasal dari 28 provinsi, untuk membahas berbagai persoalan anak. Anak berhak menyatakan pendapat dan mendapat kesempatan untuk didengarkan.
 
Hal tersebut, kata Arist, telah dijamin pemerintah sejak meratifikasi Konvensi Hak Anak dan mengakui kemerdekaan berserikat dan berpendapat. Masalah kekerasan, kejahatan seksual, perdagangan anak, pornografi, penganiayaan, penelantaran anak dan kekerasan ekonomi menjadi perhatian peserta kongres.
 
Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise menyatakan, hasil Kongres Anak akan disampaikan dalam Konferensi Perlindungan Anak di Norwegia. Pemerintah menjamin hak anak untuk bermain, berpartisipasi, bersuara, dan menyampaikan pendapat. "Suara anak Indonesia harus disampaikan dalam forum internasional," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:kriminal,