Teater Boneka Wayang Keroncong Manggung di Mancanegara

Teater Boneka Wayang Keroncong Manggung di Mancanegara

Bandung - Teater boneka wayang keroncong Bandung jebolan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung meniti panggung mancanegara dengan kerapnya undangan pentas dan festival di sejumlah negara.

"Setiap tahun kami selalu mengikuti festival kesenian di berbagai negara dan itu menjadi agenda tahunan," kata Seniman Teater Behind the Actor Asep Budiman di Bandung, Jumat (7/8/2015).

Pada 2015 kelompok itu sudah tampil di Cina bulan Februari, Amerika (Maret), Turki (Juni), Swedia (2-7 Juli) dan terakhir di Vietnam (1-6 Agustus). Rencananya pada 2016 akan tampil di Amerika dan Bulgaria.

Asep mengatakan Teater boneka wayang keroncong merupakan gabungan wayang golek dengan iringan musik keroncong dengan tujuan agar bisa dinikmati oleh semua kalangan baik dari anak-anak hingga orang tua.

"Bila wayang keroncong hadir untuk semua kalangan dengan condong ke tema untuk melindungi kreatifitas anak dan bukan untuk mengeksploitasi. Di luar negeri pun banyak penonton dari kalangan anak-anak," katanya.

Teater Boneka wayang keroncong merupakan komunitas yang dibentuk pada 2004 dengan nama 'Behind the Actor' yang anggotanya dari berbagai jurusan di ISBI.

Ceritanya tentang lakon pewayangan, diantaranya Mahabarata dan Arjuna yang dikemas lebih sederhana menyesuaikan realitas kehidupan seperti konflik yang disajikan sebagai pembelajaran hidup sehingga ada pesan moral yang disampaikan.

Teater boneka wayang keroncong sebagai seni etnik berperan membentuk identitas seni budaya khas Indonesia, sehingga nantinya Indonesia dapat dikenal dengan kekayaan seni dan budayanya. Dalam membentuk identitas tersebut diperlukan pergaulan yang luas antara seniman Indonesia dengan luar negeri.

"Banyak kesempatan untuk menunjukkan identitas kebudayaan Indonesia di mancanegara, namun tergantung seberapa jauh pergaulan kita dengan mereka," katanya Saat ini Behind the Actor tengah mempersiapkan festival Tahun 2016 di Amerika dan Bulgaria dengan menampilkan keragaman seni tradisi Indonesia, namun masih terkendala soal pendanaan. Panitia hanya menyiapkan dana akomodasi, transportasi dan konsumsi.

"Persiapan sudah 50 persen, kami sedang mencari sponsor untuk tiket dan biasanya dari kementerian dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Jawa Barat," katanya menambahkan. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:,