Terdakwa Kasus Penggelapan Kripik Maicih Divonis 95 Hari

Terdakwa Kasus Penggelapan Kripik Maicih Divonis 95 Hari

Bandung - Terdakwa Fajar Guntara akhirnya harus merasakan dinginnya lantai hotel prodeo, setelah hakim persidangan Amron Sodik menyatakan bersalah dalam sidang kasus penggelapan kuliner kripik pedas Maicih.

Dalam amar putusan majelis hakim di ruang sidang Pengadilan Negeri, Jalan LRE Martadinata Kota Bandung, Jumat (7/8/2015) terdakwa terbukti bersalah dengan melakukan penggelapan. Sehingga korban Reza Nurhalim yang saat ini berstatus pemilik kuliner kripik pedas Maicih, mengalami kerugian hingga Rp10 juta.

"Awalnya dalam rentang waktu 2012-2015 , hubungan  pertemanan korban Reza Nurhalim  mengajak terdakwa untuk usaha kripik miliknya, lalu membentuk CV yang diberi nama CV 29 Synergi. Terdakwa bertindak sebagai persero pengurus aktif, sedangkan saksi korban sebagai persero pasif", tutur hakim Amron.

Dalam amar putusan, dijelaskan karena ketidak sepahaman antara terdakwa dan korban, terdakwa memilih mengundurkan diri, dengan kompensasi sejumlah uang dari pihak korban.

"Perusahaan milik korban baik CV maupun PT keduanya bergerak dalam bidang usaha yang sama memproduksi kripik pedas merk Maicih perkembangannya semakin pesat. Namun antara saksi korban dan terdakwa mengalami ketidaksepahaman dalam menjalankan perusahaan. Akhirnya kedua belah pihak setuju, terdakwa mengundurkan diri dari kepengurusan baik dari CV dan PT. Saksi korban akan memberikan Konpensasi berupa sejumlah uang kepada terdakwa atas pengunduran dirinya", jelasnya.

Terdakwa mengundurkan diri namun aset dan properti yang masih ada di tangannya tidak diberikan kepada korban. "Ternyata  setelah terdakwa mengundurkan diri  sebagai pengurus, namun tetap tidak menyerahkan aset dan properti yang masih ada dalam penguasaannya. Yakni surat pendaftaran ciptaan atas logo Maicih. compact disk (cd) master kemasan Maiicih, dan token untuk transaksi via internet, yang nilainya mencapai Rp10 juta," paparnya.

Atas perbuatannya Majelis Hakim menjatuhkan vonis 95 hari terhadap terdakwa Fajar Guntara. Dalam hal ini Vonis hakim sebagaimana pasal 372 KUHP. lebih ringan 25 hari bila dibandingkan tuntutan Jaksa  Melur Kimaharandika. 4 bulan penjara. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,