M. Zairin, "Rahmat Yasin Perintahkan Terima Uang Suap"

M. Zairin,

M. Zairin, "Rahmat Yasin Perintahkan Terima Uang Suap"

Bandung - Saksi mantan Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Pemerintah Kabupaten Bogor M Zairin mengungkapkan telah diperintah Bupati Bogor Rahmat Yasin untuk menerima uang suap tukar menukar kawasan hutan PT Bukit Jonggol Asri sebesar Rp 1,5 miliar.
 
Pernyataan itu terungkap saat Jaksa Penuntut Umum menanyakan kepada saksi dalam sidang lanjutan kasus suap Bupati Bogor Rahmat Yasin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Bandung, Rabu (29/10/2014).
 
Saksi juga terdakwa dalam kasus suap itu dihadapan majelis hakim menerangkan uang tersebut dari Yohan pelaku suap yang sudah divonis untuk selanjutnya diserahkan kepada Bupati Bogor.
 
"Rp1,5 miliar, kami diperintahkan (oleh bupati) untuk diambil uangnya, diambil saja oleh Zairin nanti serahkan (ke Bupati)," kata Zairin.
 
Sidang pemeriksaan saksi itu terungkap bahwa saat pemberian uang untuk Bupati Bogor yang dijanjikan sebesar Rp 2 miliar hilang sebesar Rp 500 juta.
 
Yohan dari pihak PT Bukit Jonggol Asri yang memberi uang suap itu meminta kebijaksanaan dari Bupati Bogor agar uang yang sebelumnya dijanjikan Rp 2 miliar turun menjadi Rp 1,5 miliar.
 
"Yohan mengeluh telah kehilangan uang sebesar Rp 500 juta, lalu meminta agar bisa dikurangi," kata Zairin.
 
Keluhan kehilangan uang itu oleh Zairin diberitahukan kepada Bupati Bogor, kemudian tanggapannya tetap pada komitmen awal.
 
"Pak bupati hanya mengatakan bahwa kehilangan itu resiko dia, kenapa tidak lapor polisi saja yang penting untuk kita sesuai komitmen saja," kata Zairin.
 
Sidang yang dipimpin Barita Lumban Gaol, SH, bukan hanya menghadirkan saksi mantan Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Bogor, tetapi menghadirkan juga saksi yang meringankan terdakwa yakni Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor KH Ahmad Mukri Adji.
 
Sebelumnya sidang terdakwa mantan Bupati Bogor Rahmat Yasin diancam hukuman maksimal 20 tahun dan denda maksimal Rp1 miliar dengan tuduhan menerima suap sebesar Rp4,5 miliar dari Yohan terkait tukar menukar kawasan hutan PT Bukit Jonggol Asri.
 
Terdakwa dijerat Pasal 12 (a) dan Pasal 11 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001. (AY)
.

Categories:Politik,
Tags:nasional,