Produksi Menurun, Harga Beras di Pasaran Melonjak

Produksi Menurun, Harga Beras di Pasaran Melonjak

Cianjur - Produksi beras di Cianjur menurun akibat dampak kekeringan sejak beberapa bulan terakhir sehingga berimbas harga beras di pasaran melonjak.

"Dampak kemarau produksi beras berkurang, harga beras di pasaran naik hingga 100 persen karena minimnya pasokan beras dari pabrik penggilingan. Kenaikan harga untuk beras dengan kualitas super dari sebelumnya Rp9 ribu per kilogram naik menjadi Rp12 ribu per kilogram," kata M Ridwan seorang penjual beras di Pasar Induk Cianjur, di Cianjur, Jumat (7/8/2015).

Sedangkan untuk beras kualitas sedang mengalami kenaikan menjadi Rp11 ribu dari Rp8 ribu per kilogram."Akibat kondisi tersebut, penjualan kami sedikit menurun, biasanya dalam satu hari bisa menjual hingga 300 kilogram, saat ini hanya setengahnya," kata Ridwan.

Tidak hanya komoditas beras yang mengalami kenaikan akibat musim kemarau, termasuk komoditas cabai rawit merah yang mengalami hal serupa."Saat ini harganya Rp60 ribu per kilogram, padahal sebelumnya Rp30 ribu per kilogram. Ini akibat kurangnya Pasokan dari petani," kata Fadil, seorang penjual cabai di Pasar Induk Cianjur.

Bahkan untuk memenuhi pesanan dan stok, tutur dia, penjual terpaksa turun langsung ke petani. Namun sejumlah petani cabai di wilayah tersebut, mengeluhkan gagal panen yang melanda ladang mereka, sehingga pasokan cabai ke pasaran minim.

Kondisi tersebut dikeluhkan sejumlah pembeli, Ratna (28), seorang warga Kelurahan Pamoyanan, mengungkapkan, kenaikan harga sejumlah komoditas itu sangat memberatkan dirinya dan ratusan ibu rumah tangga lainnya karena mereka terpaksa harus menambah anggaran biaya belanja untuk sehari-hari."Kita minta harga-harga dapat kembali normal karena kenaikan akan memberatkan warga," katanya. (AY)

.

Categories:Ekonomi,
Tags:,