Gara-gara Diejek Kejantanan Andi pun Kalap Bunuh Rian

Gara-gara Diejek Kejantanan Andi pun Kalap Bunuh Rian

Andy Wahyudi memperagakan ulang aksi pembunuhannya terhadap Hayriantira alias Rian di kamar Hotel Cipaganti, dalam prarekonstruksi

Garut  - Andi Kurniawan alias Andi Wahyudi (38), tersangka pembunuh Hayriantira (37) alias Rian, Sekretaris Direut PT XL Axiata Tbk di kamar Hotel Cipaganti, Cipanas Garut pada 30 Oktober 2014 lalu, ternyata memiliki istri dan dua anak. 
 
Andi merupakan seorang pekerja  di PT Dwi Cahaya Mulia, Ruko Vila Jatibening Tol Blok A, Jatibening, Pondok Gede, Kota Bekasi, sedangkan Rian sendiri sudah berstatus janda dua anak. Namun Andi dan Rian tetap menjalin hubungan gelap. Kisah asmara keduanya sudah berlangsung selama lebih dua tahun. Dan pada 30 Oktober 2014 lalu, keduanya memutuskan untuk berlibur ke Garut, menggunakan mobil Honda Mobilio, milik Rian.
 
Saat itu kata Andy, tujuan awal perjalanannya ke Garut adalah ke sentra jaket kulit. Sentra jaket kulit berada di Sukaregang, Garut. Namun, belum sampai di tempat tujuan, mereka memilih bermalam di Hotel Cipaganti, Tarogong, Garut.
 
Semua itu terkuak saat Andi menjalani pra rekonstruksi di Hotel Cipaganti, Jalan Raya Cipanas, Tarogong, Garut. Setibanya di lokasi, Andi yang  mengenakan pakaian tahanan berwarna orange langsung menjalani adegan pra rekonstruksi, dengan dikawal secara ketat oleh awak kepolisian.
 
Secara keseluruhan ada sekitar 34 adegan yang dipraktekan Andi selama pra rekonstruksi yang berlangsung sekitar 1 jam. Saat itu, adegan korban Rian diperankan oleh orang pengganti. Pra rekonstruksi itu sendiri dilakukan tim Unit 1 Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya bersama Polres Garut dan Inafis Polda Metro Jaya.
 
Pada awalnya memperagakan adegan saat keduanya tiba di kamar hotel. Andi duduk di kursi, sedangkan Rian langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur hotel. Dengan keadaan televisi menyala saat itu.
 
Menurut versi Andi, Rian mengajak berhubungan intim namun ia menolak lantaran kemaluannya sedang tidak mengalami ereksi. Mengetahui keinginan berhubungan intim ditolak Andi, Rian lalu mengejeknya dengan perkataan 'homo'. Ejekan itu terus diulang beberapa kali hingga Andi tersulut emosi.
 
Dengan emosi, Andi mengambil bantal di tempat tidur yang berada di samping Rian. Ia menggunakan bantal itu untuk membekap wajah Rian, hingga Rian terkulai lemas sampai tak bisa bernapas.
 
Saat itu, Andi pun begitu panik dan langsung mengambil minyak angin di mobil Honda Mobilio yang diparkir di teras kamar hotel untuk membuat Rian siuman. Namun, sayangnya Rian tetap tidak bergerak. Dia kemudian mengecek denyut nadi Rian di bagian tangan kiri dan denyut nadi di leher Rian. Tetapi pada dua bagian tubuh itu tak berdetak. Rian sudah tewas.

Mengetahui itu, ia berpikir sejenak mencari cara untuk mengurus jenazah Rian. Akhirnya Andi memutuskan untuk melucuti pakaian Rian yang berada di tubuhnya dan memasukkannya ke dalam tas Rian.
 
Ia pun  membopong tubuh Rian dan membawanya ke kamar mandi hotel. Ia memasukkan tubuh Rian dalam keadaan tanpa busana ke dalam kolam air panas kamar mandi. Setelah itu, ia lalu meninggalkan kamar hotel dan mengunci jenazah Rian di dalam kamar hotel dengan membawa tas Rian.
 
Pembunuhan itu berlangsung pada tanggal 30 Oktober 2014. Ia pun memilih tak menginap di hotel setelah kejadian itu. Sementara jenazah Rian baru ditemukan sehari setelah pembunuhan, oleh seorang petugas kebersihan hotel. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,