Mogok Jualan, Pedagang Daging Tuntut Pemerintah

Mogok Jualan, Pedagang Daging Tuntut Pemerintah

Daging Mahal, Pedagang Mogok Jualan

Bandung - Terkait aksi mogok para pedagang daging sapi di beberapa pasar di Kota Bandung, Asosiasi Pengusaha Daging Sapi Potong Indonesia (Apdasi) langsung melakukan pertemuan dengan pedagang sapi, Minggu (9/8/2015) sore.
 
Mereka mepaparkan jadwal aksi mogok yang dimulai hari Minggu ini hingga Rabu mendatang. Aksi itu didasarkan atas tuntutan mereka kepada pemerintah untuk memenuhi kebutuhan daging sapi. Antara lain penambahan kuota daging impor, dan menormalkan kembali harga daging di pasaran.
 
Namun demikian, ditegaskan oleh perwakilan Apdasi jika pemerintah tidak ada tanggapan terkait tuntutan mereka. Untuk itu, para pedagang sapi akan mendatangi DPR guna menyampaikan aspirasi mereka. Hingga petang tadi, di beberapa pasar tradisional di seputara Kota Bandung, kondisi lapak penjual daging tampak sepi.
 
Sementara itu dari jakarta juga dilaporkan, akibat tingginya harga daging sapi membuat hampir seluruh pedagang daging sapi di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, mogok berjualan. Aksi mogok itu  dilakukan mulai hari Minggu ini yang rencananya hingga Rabu 12 Agustus mendatang.
 
Pantauan di lapangan, suasana di Pasar Induk Kramat Jati berbeda dengan hari biasanya. Seluruh kios daging di pasar itu tampak sepi. Tidak ada seorang pun pedagang yang berjualan. Beberapa pedagang terlihat hanya duduk-duduk di sekitar kios mereka berjualan.

Menurut salah seorang pedagang sapi, aksi mogok jualan ini dilakukan lantaran para pedagang ingin harga daging turun. Para pedagang se-Jabodetabek pun telah mendapat imbauan dari Apdasi untuk melakukan aksi mogok. Sejak sebelum lebaran harga daging sapi mencapai Rp 120 ribu per kg. Padahal dalam kondisi normal, harga daging sapi berkisar antara Rp 90 ribu sampai Rp 95 ribu per kg.
 
Menurut para pedagang, mereka bisa saja menaikkan harga hingga Rp 140 ribu sampai Rp 150 ribu per kg. Namun pembeli pun akan berpikir ulang untuk membeli daging sapi yang dinilainya terlalu mahal.
 
Disebutkan, mahalnya harga daging sapi ini adalah kali kedua yang terjadi di pasaran. Kondisi yang serupa juga pernah terjadi pada tahun lalu. Menurutnya, pembatasan impor daging sapi dari Australia menjadi penyebab naiknya harga. Sementara untuk mencari daging sapi lokal semakin sulit. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,