Pernikahan Ala Pramuka Kenapa Tidak?

Pernikahan Ala Pramuka Kenapa Tidak?

Pernikahan Ala Pramuka. (Foto: Reina)

SEPERTINYA masih sangat langka, gagasan untuk menyelenggarakan acara resepsi pernikahan di luar kebiasaan yang selama ini kita lihat. Iya, selama ini kita hanya melihat konsep pernikahan yang tak lepas dari kebiasaan atau adat istiadat masyarakat umumnya. 
 
Misalnya, dengan mengusung tema ala tradisional atau nasional, kedua pasangan pengantin diyakini akan mengenakan busana pengantin yang sesuai dengan daerah dari mana berasal. Atau dari mana mereka berasal, itu pula yang dijadikan patokan dalam mengenakan busana pengantin.  
 
Namun, pesta pernikahan yang megah memang merupakan impian bagi sebagian besar pasangan kekasih yang ingin diwujudkan sesempurna mungkin. Akibatnya, biaya yang harus dipikul tidak jarang menguras kantong kedua pihak, untuk bisa menjamu para undangan. Alhasil, konsep pernikahan pun tak jarang dirancang dengan biaya yang tak wajar. 
 
Berbeda dengan konsep pernikahan dari pasangan Ade Supriadi dan Kristin misalnya, layaknya pasangan kekasih yang meyelenggarakan pesta pernikahan tampil bagaikan ratu dan raja, namun juga unik sekaligus jarang dilakukan oleh siapa pun.
 
Pasangan pengantin asal Jelekong Ciparay ini, memilih konsep yang unik namun sederhana, yaitu bertema Pramuka. Karena kecintaannya terhadap gerakan Pramuka, Ade Supriadi merupakan anggota pramuka yang masih aktif dalam berbagai kegiatan kepanduannya. 

Pasangan ini pun rela untuk memilih baju pramuka sebagai busana pernikahannya. Mereka pun menggunakan upacara adat ala Pramuka secara keseluruhan.
 
Pesta pernikahan yang berlangsung Minggu (19/10/2014) itu, memang mengundang tamu undangan yang datang berdecak kagum. Sebab, pasangan yang menggagas konsep pernikahan berbeda ini tetap tidak mengurangi makna kesakralan dari prosesi pernikahan itu sendiri.
 
Dengan konsep pernikahan seperti ini menunjukan, sebuah pernikahan tidak bisa diselenggarakan hanya dengan konsep yang biasa. Namun begitu, lewat konsep yang berbeda tapi tetap menonjolkan kesederhanaan, diyakini bisa menjadi alternatif untuk dilakukan oleh para pasangan dalam mewujudkan niatnya menuju pelaminan. Mau coba, kenapa tidak? (Jr.)**
.

Categories:Gaya hidup,
Tags:bandung,