Bagi Mel Shandy, Rock Tidak Pernah Mati

Bagi Mel Shandy, Rock Tidak Pernah Mati

Mel Shandy, (tengah) Saat wawancara bersama Tim Cikalnews di eduplex cafe Sabtu (8/8). (Foto: Chip/cikalnews)

BEGITU lady rockers asal Bandung itu memasuki halaman kantor redaksi CikalNews.com, ungkapan maaf langsung  terlontar dari bibir ibu tiga anak tersebut, yang masih tetap bergaya familiar seraya menebar senyum hangat. Jadwalnya memang begitu padat. Untuk mengundang hadir di acara Ngopi Sore di Redaksi CikalNews.com di Jl. Cisangkuy No. 6 Bandung pun terasa sungguh sulit dan alot. Padahal, sempat diagendakan sebulan lalu tepatnya pada pertengahan bulan Ramadan. Namun, baru bisa terluluskan saat ini.
 
 
Mel Shandy, memang tengah sibuk-sibuknya saat ini. Saat hadir ke CikalNews pun, ia baru saja mendarat dari Kota Surabaya dalam urusan pentas musik. "Ya beginilah, masih nyangkul sampai sekarang, alhamdulillah apa yang diberikan oleh Allah harus disyukuri. Musik adalah passion aku, rasanya enggak enak kalau ada yang ngajak lalu enggak saya penuhi undangannya, untuk  tampil di suatu tempat,” aku  Mel  Shandy, begitu duduk dan menikmati segelas es capucino kegemarannya.  Diterima oleh Pemred CikalNews.com Cepi Juniar Djatnika bersama Redaktur Wa Ode Ratna Djuwita, Mel Shandy banyak berkisah seputar persoalan kesibukannya akhir-akhir ini.
 
Pemilik nama lengkap Melinda Susilarini  kelahiran Bandung, 26 September 1971 ini tergolong konsisten dalam menggeluti jalur rock yang selama ini dipilihnya. Tak hanya itu, selain lantang meneriakkan lagu-lagu rock, Mel juga dikenal sebagai qoriah. Dua dunia yang sebenarnya bertentangan bagi segelintir orang, justru menjadi senjata yang apik untuk tetap mempertahankan eksistensi. Padahal jauh di lubuk hatinya, Mel sesungguhnya ingin jadi mubaliq.
 
 
“Iya bener juga sih, sekarang ini kan kalau tampil nyanyi lebih banyak di acara-acara pemerintahan di seluruh Indonesia, khususnya di belahan Jawa Timur. Konsekuensinya ya gitu, aku juga didaulat untuk menjadi qoriah, dan sesudahnya baru tampil ala rockers untuk menghibur masyarakat,” kata Mel tertawa berderai-derai. 
 
 
Pernah juga dia sudah siap untuk tampil nyanyi dengan penampilannya lewat aksesoris ala tengkorak, tiba-tiba panitia membisikkan kalau terlebih dahulu harus mengaji di awal acara. Karuan saja, Mel pun langsung melakukan langkah seribu untuk ganti penampilan. "Namun belakangan aku sudah antisipasi dengan membawa dua costume/pakaian, busana Muslim dan busana panggung. Makanya sebelum tampil aku suka nanya, ini gimana audiensnya, dari sana bisa menyesuaikan, agar aku tetap bisa diterima di tengah masyarakat yang dalam kondisi persaingan musik begitu sangat tinggi,” ungkap Mel. Berikut petikan wawancaranya:   
 
 
CikalNews.com (CN): Sibuk terus ya, masih terus nyanyi Mel?
 
Mel Shandy (MS): Ya beginilah dalam rangka mengumpulkan segenggam rizki, enggak boleh ditolak. Ini nikmat Allah yang diberikan kepada saya yang mungkin tidak diperoleh orang lain. Inilah yang aku selalu syukuri sampai detik ini. Sejak terjun ke dunia musik di tahun 1986 lalu, sejak itu seakan ada komitmen yang harus aku pertahankan, menghibur masyarakat. 
 
CN: Tetapi di mana Mel  Shandy sebenarnya?  Dulu iya, kita bisa menyaksikan karya-karyanya di televisi,  terakhir sempat mengikuti  euphoria  politik dengan menjadi caleg DPR RI.
 
MS:  (Tertawa) Ada kok, tetapi memang aku nggak tampil di Kota Bandung,  untuk mencari jejak Mel Shandy  di sini juga enggak ada yang ngajak.  Permintaan justru banyak dari kawasan Indonesia Timur khususnya di Jawa Timur. Mungkin karena manager aku dari Seksi Rock Entertainment asal Surabaya, jadi job-job banyak dari Jawa Timur.  Sebagai penyanyi kan gimana permintaan. Mereka ngajak aku harus siap tampil. 
 
Saat Ramadan dan hingga jelang Muktamar NU dan saat Muktamar kemarin, konsentrasi memang banyak di Jawa Timur, aku gabung pada grup Ki Ageng Ganjur. Bahkan sempat pula nyuri jadwal tampil di Gorontalo. Bupatinya sih ngajak Ita Purnamasari, pas hari H, Itanya sakit, Ita kemudian ngontak aku untuk gantiin nyanyi di sana. Alhamdulilah Bupati Gorontalonya enggak keberatan bisa over handle, alhamdulilah lancar.
 
 
CN: Bagaimana untuk mengimbanginya dengan dunia rekaman yang kian lesu saat ini, sementara karya kan perlu untuk seorang penyanyi  dalam rangka aktualisasi.
 
MS: Dulu berbeda banget dengan saat ini, zamannya sudah era digitalisasi. Sebagai penyanyi kita tetap harus bisa menyesuaikan. Memang  setelah lepas dari  manajemen Log Zhelebour , harus bisa eksis terus. Untuk sementara selain tetap meladeni permintaan panggung, aku juga tetap update menyanyikan lagu-lagu rock penyanyi Barat. Ini amannya. Bahkan beberapa waktu lalu aku diajak rekaman oleh Sekda Lamongan, sekeluarga mereka hobi nyanyi, dalam rekaman mereka mengajak duet, dan dipasarkan di Jawa Timur. Sejauh lagunya oke aku sih siap aja, apalagi ini juga kan dibayar secara profesional. 
 
Di Kota Bandung juga ada yang ngajak, yakni sebuah perusahaan rekaman yang cukup eksis dan dedikasinya di dunia musik bisa dipertanggungjawabkan. Hanya saja baru sekadar ajakan untuk rekaman. Kata pihak produser sih ada lagu  rock yang cocok dengan vokal aku, sejauh ini sih aku tanggapi aja, kalau mereka serius pasti akan hubungi lagi. Waktu ngajak, aku sedang sibuk-sibuknya di Surabaya. Mudah-mudahan aja niat baik ini bisa kita realisasikan.
 
CN: Sebagai penyanyi  rock, bagaimana keberadaan, baik perkembangannya di masyarakat maupun di televisi dewasa ini. Apa tertidur atau masih seperti dulu, tanggapannya? 
 
MS: Sebagai penyanyi rock, aku bilang sih rock itu tidak ada matinya. Lihat saja, masih sangat banyak orang menyanyikan lagu-lagu rock. Sedangkan untuk generasi saat ini memang tidak sedahsyat  dulu, seperti  di tahun 90-an, ketika aku mulai berpijak di dunia musik. Sekarang yang kelihatan hanya Tantri “Kotak” ya yang eksis,  tetapi bagus, masih ada yang mewakili terutama di off air dan di televisi.
 
Di luaran sebenarnya tetap banyak kok, pentas-pentas rock masih hidup, lihat saja di beberapa kafe rock, khususnya di  Kota Bandung, seperti di Classic Rock Café  juga enggak pernah surut acara-acara musiknya. Hanya memang tidak terekspos  aja, teman-teman di komunitas rock juga masih mentas. Kan ada komunitasnya, kita sering komunikasi di komunitas.  Seperti dengan Power Metal, Boomerang, God Bles dan grup lainnya.
 
CN: Kita alihkan ke dunia politik, sekarang Indonesia akan menghadapi Pilkada serentak di bulan Desember, ikut lagi? Karena tahun lalu kan sempat sibuk di Dapil II untuk NasDem sebagai caleg. Gimana kansnya sekarang? 
 
MS: (Tertawa lebih panjang). Haduh enggak ah nanti lagi, aku sekarang lagi laris manis permintaan manggung off air, jadi boro-boro mikir Pilkada. Tetapi enggak tahu juga kalau udah sepi di musik ya? Sementara kan dinamika politik enggak pernah menetap. Tetapi pengalaman caleg tahun silam, waduh sempat puyeng. Aku habis-habisan di Dapil II untuk Kab. Bandung dan KBB, hasilnya nihil. Uang aku juga terkuras ludes, tenaga dan pikiran apalagi. Meski ini enggak trauma, tetapi aku kembali ke khitah, dunia musik.
 
Aroma Pilkada saat ini, sempat juga ada yang melamar, katanya sih aku akan dijadikan sebagai pendamping atau calon wakil Bupati Kabupaten Bandung, mendampingi H Dadang Nasser untuk kembali memimpin. Tetapi aku hanya terima kasih, semua juga kembali pada keluarga. Sementara ini kata suami, ya kalau konsentrasi harus satu-satu, jangan dirangkap. Kalaupun gak ada Pilkada, ya di tengah kesibukan musik, masih banyak kerjaan. Jadi ibu rumah tangga juga gak bisa dianggap enteng.  Yang terpenting semua ini harus seizin suami.
 
CN: Masih ada yang belum tercapai dari perjalanan yang sudah dilalui selama ini? Bisa tau Mel?
 
MS: Jauh di dasar hati saya, sebenarnya aku ingin menjadi seorang mulaqoh, mau menjadi penceramah agama Islam. Ini cita-cita aku dulu, karena itu sempat mengaji  secara serius, belajar otodidak tetapi aku seriusin. Karena kata mamah suara aku bagus kalau mengaji, akhirnya ikut lomba tilawatil Quran tingkat RT, lalu RW, kecamatan, dan tingkat Jabar. Sempat juara tuh. Itu waktu kecil. Beranjak remaja, jiwa seni aku juga merambah tumbuh dengan baik. Ikut juga lomba-lomba nyanyi. Salah satunya  pernah menggondol juara Lady Rockers se-Jabar (1986). Bersama grup Rons Adam, Mel duet dengan Lady Avisha sempat mengikuti Festival Rock se-Indonesia IV (1987), tapi kandas di semifinal. Dari sini aku berkenalan dengan Log Zhelebour, yang kemudian mengajak rekaman, dan melahirkan album “Bianglala” (1989). Sebelumnya aku sudah bikin album berjudul “Gacoan” (1986).
 
   
 
Baru di album “Bianglala” garapan Jockie Soeryoprayogo, dengan hits -nya “Bianglala” dan “Ulah Tuan dan Nona”,  sejak itu aku bisa duduk sebangku dengan  lady rockers papan atas, macam Nicky Astria, Anggun C Sasmi, atau  Ita Purnamasari. Album ini sekaligus menandai awal perjalanan aku sebagai lady rockers ke puncak popularitas pada waktu itu. Indah memang mengenang saat-saat lampau. Ini perjalanan yang menyenangkan.
 
CN: Wow, padat juga ya kesibukannya. Obrolan pun tak terasa hingga sudah sore, silakan habiskan es capucinonya, terima kasih, semoga tetap maju dan selalu sukses.
 
MS: Sama-sama terima kasih, keren media portal online bisa punya acara seperti ini, kita support apalagi ini sama-sama basecampnya di Kota Bandung. Maju terus CikalNews.com Selamat Ulang tahun ya tanggal 25 Agustus. (Ode/Jr.)** 
 
Data Pribadi :
Nama Lengkap : Melinda Susilarini
Nama Populer” Mel Shandy
Tempat tanggal Lahir: Bandung, 26 September 1971 
Pendidikan : Alumni S-1 STB Bandung Bidang Prodi  Bahasa Inggris  
Pekerjaan: Artis Penyanyi dan Qoriah
Alamat : Kalau minat bisa kontak redaksi CikalNews.com
 
Prestasi:
  • 1986 Juara 1 Festival Lady Rockers se Bandung Raya
  • 1987 Juara 1 Festival Lady Rockers se Jawa Barat
  • 1987 Juara 1 Festival Band Bandung-Garut
Album Rekaman:
  • 1989 : Album Bianglala (Masuk nominasi BASF AWARD kategori Pop Rock)
           Arranger: Jockie Suryoprayogo, Cipt Areng Widodo, Penyanyi Pendatang Baru Terbaik versi Piala Monitron
  • 1990 : Album HALUSINASI Cipt & Arr: Jockie Suryoprayogo
  • 1990 : Single Albm ‘ISABELA’
  • 1991 : Single Albm ‘SESAL’ (Festival Lagu Populer Indonesia) Cipt. Tarto Saputro
  • 1992 : Single Albm ‘ANGIN MALAM’ Cipt. Teddy Sudjaya & Tantowy, Arr. Teddy Sudjaya
  • 1992 : album ‘NYANYIAN BADAI’ Cipt. Doddy Koswara & Jocki S , Arr. Jockie Suryoprayogo
  • 1992 : Single Album ‘BIANG KELADI’ Cipt & Arr. Areng Widodo
  • 1993 : Album ‘NGERI’ Cipt. Didith Shaksana (METAL BOYZ)
  • 1994 : Single Album ‘ TAKDIR’ Cipt+Arr. Areng Widodo
  • 1994 : Single Albm The Best Slow Hits ‘GEJOLAK HATI’ Arr. Jockie Suryoprayogo.
  • 1995 : Albm The Best New Hits’95 (18 Greatest Hits Of MEL SHANDY) 1996 : Album ‘NYANYIAN JANJI’ Cipt. Remy Soetansyah & Jockie S, Arr. Jockie Suryoprayogo 1997 :
  • Album ‘APA SALAHKU’ Cipt. Teddy Sudjaya, Pamungkas NS. 1998 :
  •  Single Album (Special Wedding Log Zhelebour & Novi Antasari) “BAHAGIA SELAMANYA” Cipt + Arr. Jockie Suryoprayogoy 1999 :
  •  Album 20 Best of 1988-1999 (NYANYIAN PAGI) 1999 :
  • Album ‘KOMAR’ Cipt & Arr. Azis JAMBRUD 1994 :
  •  Albm Single ‘PUSARA IBU’ (Album Kalam Kalbuku ‘Symphoni Peneguh Iman) 8FR3 Production, Prod PT. Irama Tara.
  • SOUNDTRACK FILM: Soundtrack Film : – Film ‘SESAL’ Lagu ‘TAK AKAN ADA SESAL’ Cipt+Arr. Areng Widodo Film ‘RATAPAN ANAK TIRI 3′ Lagu ‘GERHANA HATI’ Cipt+Arr. Areng Widodo Film ‘ZIGZAG’.
  • Lagu ‘TERBUANG’ Cipt+Arr. Areng Widodo Sinetron : 1990 Pemeran Utama di Sinetron Ramadhan SCTV (Esa Production)
  • 1994 Pemeran pembantu di Sinetron ‘BADAI DALAM RUMAH’ di RCTI (Esa Production).
  • Konser Luar Negri : 2005 Acr HUT RI di HONGKONG, menghibur 25000 TKI di VICTORIA PARK HK 21-31 Okt 2009
  • Konser bareng ‘KI AGEUNG GANJUR’ Pimp. Al Zastrow Artis Perform: Mel Shandy, Andi Rif, Evi Tamala, & Niken KDI di Qatar : –
  •  Menghibur 60 Para Duta Besar dari berbagai Negara2 di Dunia –
  • Menghibur TKI di Halaman KBRI Qatar.
  •  Menghibur TKI di DOHA Qatar sekaligus penggalangan dana Tsunami Aceh.
  • Menghibur di DUBAI : hibur TKI & Masyarakat di Disneyland
  • 19-22 Des 2009 Acr Penggalangan Dana Anak Yatim Piatu, atas Undangan Organisasi TKI di Hongkong.**

       
.

Categories:KopiSore,
Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait