Ratusan Hektare Padi di Cianjur Gagal Panen

Ratusan Hektare Padi di Cianjur Gagal Panen

Cianjur - Ratusan hektare tanaman padi di Kabupaten Cianjur, terancam gagal panen akibat musim kemarau yang berkepanjangan.

Enceng Kodir (50) seorang petani warga Ciharashas, Desa Sirnagalih, Cilaku, Senin (10/8/2015), mengatakan, akibat kemarau panjang membuat hampir semua lahan pertanian di wilayah tersebut rusak dan terancam gagal panen, sehingga diperkirakan puluhan petani merugi hingga puluhan juta rupiah.

"Kalau dijumlahkan secara nominal, kerugian yang saya derita akibat kekeringan tahun ini bisa mencapai angka Rp20 juta. Rata-rata petani di wilayah ini mengalami hal yang sama," katanya.

Selama ini, tutur dia, petani di wilayah tersebut, ingin menerapkan pola tanam selang yang disarankan pemerintah, padi, padi, palawija. Namun kondisi yang tidak menenentu membuat mereka tidak yakin menerapkan pola tanam tersebut.

"Karena hampir semua sumber air kering, jadi kalau kami mengganti jenis tanaman tidak akan jauh seperti ini karena mau jenis tanaman apapun tetap saja memerlukan pasokan air," katanya.

Sementara Petugas Penyuluh BP3K Kecamatan Cilaku, Nono, mengatakan, akibat datangnya musim kemarau yang melanda semua wilayah Cianjur, membuat lahan pertanian warga terancam kekeringan, sehingga pihaknya terus berupaya memberikan penyuluhan terkait bencana kekeringan.

"Selama ini kami seringkali mengarahkan petani agar mengganti tanaman padi dengan palawija untuk menekan angka kerugian yang dialami petani pada saat musim kemarau. Namun sistim yang kami sarankan tidak pernah diterapkan dengan berbagai alasan," katanya.

Selama ini tutur dia, masih banyak petani yang melakukan pola tanam dengan menanam jenis tanaman padi meskipun sudah masuk musim kemarau, sehingga dengan kondisi yang ada saat ini hampir ratusan hektar sawah terancam kekeringan dan gagal panen.

"Sejauh ini, jumlah lahan pertanian warga yang terkena dampak kekeringan mencapai ratusan hektar yang tersebar di beberapa wilayah seperti halnya yang ada di Desa Sukasari, Sukakerta, Sindangsari, Mulyasari, Rahong, Cibinong hilir Rancagoong, Sirnagalih dan Desa Ciharashas yang jumlahnya variatif," katanya.(AY)

.

Categories:Daerah,
Tags:,