Kabul Bergolak, 5 Orang Tewas dan Belasan Lainnya Terluka

Kabul Bergolak, 5 Orang Tewas dan Belasan Lainnya Terluka

Kabul - Sebanyak lima orang telah dikonfirmasi tewas dan 16 orang lagi cedera saat gerilyawan anti-pemerintah melancarkan pemboman mobil bunuh diri, di dekat gerbang masuk Bandar Udara Internasional Kabul.

"Kementerian Urusan Dalam Negeri mengutuk dengan sekeras-kerasnya serangan teror di gerbang masuk Bandar Udara Internasional Hamid Karzai, Kabul, sehingga menewaskan lima warga sipil dan melukai 16 orang lagi," kata Kementerian Dalam Negeri Afghanistan yang disiarkan di Kabul.

Sebagaimana diberitakan Xinhua, Selasa (9/8/2015) serangan bunuh diri itu, yang keempat sejak Jumat lalu yang ditujukan ke gerbang depan bandar udara tersebut pada siang hari. Serangan semacam itu juga memperlihatkan tingkat kekejaman yang dilakukan gerilyawan terhadap warga sipil yang tak berdosa dan tak bisa mempertahankan diri.

"Sasaran serangan dipastikan kendaraan lapis baja yang beroperasi di tempat itu," kata seorang pejabat keamanan di lokasi ledakan tapi ia tidak menjelaskan siapa pemilik kendaraan tersebut. Semua penerbangan ditunda selama sedikitnya empat sampai lima jam, tambah pejabat itu. Ledakan kuat tersebut juga telah menghancurkan beberapa mobil dan merusak beberapa rumah di dekatnya.

Sementara itu, Zabihullah Mujahid --yang mengaku berbicara untuk faksi Taliban dan melakukan hubungan dengan media dari lokasi yang tak diketahui-- mengaku bertanggung-jawab. Ia berkeras beberapa personel keamanan tewas dalam ledakan itu, namun pernyataan itu dibantah oleh para pejabat dan saksi mata sebagai tak berdasar.

Namun Presiden Mohammad Ashraf Ghani telah menuding Pakistan dan mengatakan, tempat persembunyian pelaku teror berada di Pakistan. "Pakistan berada dalam status perang yang tak diumumkan dengan Afghanistan selama 14 tahun belakangan ini," kata Presiden Ashraf Ghani. Ia menambahkan, pusat pelatihan para penyerang bunuh diri berada di Pakistan, dan perang yang tak diumumkan mesti diakhiri. Dan ini adalah tuntutan dasar Afghanistan. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,